Monday, August 8, 2022
spot_imgspot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsIni Syarat dan Ketentuan Ibadah Natal di Tengah Pandemi Covid-19

Ini Syarat dan Ketentuan Ibadah Natal di Tengah Pandemi Covid-19

BERNASNEWS.COM – Sudah dua tahun umat Kristiani merayakan Natal di tengah pandemi Covid-19 yakni tahun 2020 dan 2021. Pelaksanaan ibadah Natal di masa pandemi Covid-19 pun berbeda dibanding sebelum pandemi Covid-19.

Dalam perayaan Natal pada masa pandemi Covid-19, pemerintah menetapkan sejumlah syarat dan ketentuan bagi gereja untuk menggelar ibadah Natal maupun bagi umat Kristiani dalam mengikuti ibadah Natal.

Dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 31 tahun 2021 disebutkan bahwa dalam perayaan Natal 2021 wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat di gereja atau tempat ibadah Natal sesuai kebijakan PPKM Level 3.

Selain itu, gereja harus membentuk Satgas Prokes Penanganan Covi-19 daerah. Sementara ibadah dan perayaan Natal hendaknya dilakukan secara sederhana, lebih menekankan persekutuan di tengah keluarga atau dilaksanakan di ruang terbuka.

“Jika di gereja dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring) dengan tata ibadah yang telah disiapkan pengurus dan pengelola gereja. Sementara jumlah peserta kegiatan ibadah dan perayaan Natal berjamaah tidak melebihi 50 persen kapasitas ruangan/50 orang,” demikian ikutip Bernasnews.com dari surat edaran Menteri Agama.

Suasana ibadah perayaan Natal Yayasan KAWAL Indonesia di Hotel Horaios Yogyakarta pada Rabu, 1 Desember 2021. Perayaan Natal KAWAL Indonesia diadakan secara serentak seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri dengan fasilitas zoom. Foto: Dok Panitia

Dari hasil pemantauan Bernasnews.com di Gereja Paroki St Petrus dan Paulus Babadan pada Kamis 23 Desember 2021 dn Gereja Paroki St Yohanes Rasul Pringwulung pada Jumat 24 Desember 2021, penerapan prokes Covid-19 dilaksanakan secara ketat.

Umat yang boleh mengikuti ibadah/misa secara langsung di gereja harus mendaftarkan diri di lingkungan masing-masing beberapa hari sebelumnya. Selain itu, umat yang sudah mendaftar wajib membawa kartu peserta ibadah/misa, memiliki aplikasi PeduliLindungi dan sudah divaksin dua kali dengan menunjukkan bukti sertifikat vaksinasi yang ada di aplikasi PeduliLindungi.

Ketika sampai di gereja pun peserta ibadah/misa Natal pun wajib memakai masker, mencuci tangan, mengecek suhu tubuh dan duduk dengan jarak yang sudah diatur panitia. Sementara durasi ibadah pun dipersingkat/diperpendek dengan meniadakan sejumlah rangkaian tata cara ibadah.

Pelaksanaan misa Natal di Gereja St Yohanes Rasul Pringwulung pada Jumat, 24 Desember 2021 pukul 16.00 WIB, pun hanya berlangsung 52 menit dari biasanya lebih dari 1 jam bahkan bisa mencapai 2 jam.

“Umat harus memahami bahwa semua aturan tersebut demi menjaga keselamatan dan kesehatan umat itu sendiri agar bebas dari penularan Covid-19,” kata Agung, Pamong Lingkungan St Maria Ratu Rosari Paroki St Petrus dan Paulus Babadan. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments