Home News Ini Panduan Lengkap Aktivitas Masyarakat pada Libur Natal dan Tahun Baru

Ini Panduan Lengkap Aktivitas Masyarakat pada Libur Natal dan Tahun Baru

88
0
Suasana ibadah perayaan Natal Yayasan KAWAL Indonesia di Hotel Horaios Yogyakarta pada Rabu, 1 Desember 2021. Perayaan Natal KAWAL Indonesia diadakan secara serentak seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri dengan fasilitas zoom. Foto: Dok Panitia

BERNASNEWS.COM – Masa libur Natal dan Tahun Baru segera tiba. Untuk itu, pemerintah menerbitkan buku beisi panduan lengkap mengenai aktivitas masyarakat selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Buku yang berisi tanya jawab sebagai pedoman lengkap bagi masyarakat untuk beraktivitas selama libur Natal dan Tahun Baru itu berisi tanya jawab guna memudahkan masyarakat untuk memahaminya.

Dalam buku Tanya Jawab Nataru 2021-2022 dalam bentuk pdf yang diperoleh Bernasnews.com dari Kabag Humas Pemkab Sleman Shavitri Nurmaladewi pada Rabu 22 Desember 2021 dijelaskan bahwa dalam merayakan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin dilakukan di rumah bersama anggota keluarga maupun di lingkungan masing-masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan.

Mengenai apa saja yang dilarang selama perayaan Tahun Baru 2022, yakni penyelenggaraan acara perayaan baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Selain itu pawai dan arak-arakan Tahun Baru 2022, perayaan Nataru di pusat perbelanjaan, kecuali pameran UMKM.

Apakah masyarakat dibolehkan bepergian ke pusat perbelanjaan selama fase Nataru 2021. Jawabannya adalah boleh, dengan beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. penggunaan aplikasi Peduli Lindungi secara ketat kepada setiap orang kecuali usia di bawah 18 tahun dengan catatan hanya kategori hijau dan kuning yang diperkenankan.

2. memastikan kondisi kesehatan sebelum memutuskan untuk bepergian dan berkegiatan.

3. Jam operasional 09.-00 sampai dengan 22.00.

4. pembatasan kapasitas 50% dari kapasitas total pusat perbelanjaan dan mall.

5. bioskop dapat dibuka dengan pembatasan maksimal 50% kapasitas total.

6. kegiatan makan dan minum dilakukan dengan pembatasan 50% kapasitas total.

Apakah masyarakat diperbolehkan ke tempat wisata selama fase Nataru 2021? Jawabannya boleh, dengan catatan:

1. penggunaan aplikasi Peduli Lindungi secara ketat kepada setiap orang kecuali usia di bawah 18 tahun dengan catatan hanya kategori hijau dan kuning yang diperkenankan

2. memastikan kondisi kesehatan sebelum memutuskan untuk bepergian dan berkegiatan

3. pembatasan kegiatan seni budaya dan tradisi baik keagamaan maupun non keagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi Corvid-19

4. tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak

5. pembatasan jumlah wisatawan sampai dengan 50% dari kapasitas total. 6. pengaturan ganjil genap untuk kunjungan tempat-tempat wisata prioritas.

Apakah peribadatan Natal tahun 2001 dapat dilaksanakan? Jawabannya bisa dengan beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. gereja membentuk satuan tugas protokol kesehatan penanganan Covid 19 yang berkoordinasi dengan satuan tugas penanganan Covid 19 daerah. 2. Hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan 3.diselenggarakan secara hybrid yaitu secara berjamaah di gereja maksimal 50% kapasitas total gereja dan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan pengurus Gereja. 4.Pengecekan suhu bila suhu lebih dari 37,3 derajat Celcius tidak diperkenankan masuk, termasuk melarang masuk jemaah yang mengalami batuk pilek atau sesak nafas.

“Buku ini merupakan pedoman yang bisa dipergunakan seluruh masyarakat dalam beraktivitas selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Berbagai macam informasi terkait informasi terkini pandemi Covid-19, potensi terjadinya gelombang ketiga dan aturan yang dikeluarkan terkait perayaan Natal dan Tahun Baru sudah tertuang dalam buku saku ini. Seluruh kompilasi informasi Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dapat dilihat di s.id/nataru 2021,” kata Shavitri Nurmladewi. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here