Home News Ini Dua Kunci Keberhasilan Indonesia Menurunkan Kasus Covid-19

Ini Dua Kunci Keberhasilan Indonesia Menurunkan Kasus Covid-19

57
0
Ilustrasi corona virus. Foto: pixabay

BERNASNEWS.COM – Indonesia berhasil menurunkan kasus Covid-19 hanya dalam waktu 3 bulan. Sejak puncak kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang mencapai 56.000 kasus pada 15 Juli 2021, kasus positif Covid-19 di Indonesia terus menurun hingga sekarang.

Pada hari Kamis, 16 September 2021, kasus positif harian Covid-19 di Indonesia sebanyak 3.145 kasus, kasus sembuh harian 14.633 orang dan kasus meninggal dunia sebanyak 237 orang.

Menurut Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dua faktor kunci penentu keberhasilan Indonesia dalam menurun kasus positif yakni karena pemerintah bekerja cepat untuk menyusun kebijakan dan semua lapisan masyarakat bekerja sama dan menyesuaikannya dengan disiplin.

“Kasus nasional terus menurun hingga 8 minggu berturut-turut. Kasus minggu ini menurun hingga 88,9 persen dibandingkan dengan puncak kedua. Kasus minggu ini lebih rendah dari puncak pertama, hingga mendekati titik terendah pada 10 Mei 2021. Hal ini terjadi karena pemerintah bekerja cepat untuk menyusun kebijakan, sementara semua lapisan masyarakat bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan disiplin,” kata Wiku dalam International Press Briefing secara virtual di Graha BNPB yang juga disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/9/2021).

Dikatakan, dalam penanganan puncak kedua, beberapa langkah telah dilakukan. Saat kasus meningkat, pemerintah segera menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilanjutkan pengetatan dengan PPKM level 1-4 yang dimulai 26 Juli hingga sekarang. Pemerintah pun mengatur perjalanan baik dalam negeri maupun luar negeri. 

Menurut Wiku yang dikutip Bernasnews.com dari covid19.go.id, Jumat 17 September 2021, kebijakan tersebut dievaluasi setiap minggu melalui rapat koordinasi rutin pusat dan daerah, dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kasus dan dinamika yang terjadi di masyarakat.

Pemerintah, menurut Wiku, juga merespon cepat dalam meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan yang berperan penting saat lonjakan kasus. Seperti meningkatkan jumlah tempat tidur di RS rujukan hingga mencapai 116.939 tempat tidur. Pemerintah terus memenuhi kebutuhan alat kesehatan seperti oksigen, ventilator, pemerataan suplai dan donasi isotank serta oksigen ke berbagai rumah sakit rujukan. 

Menurut Wiku, untuk mencegah lonjakan kasus, cakupan vaksinasi terus ditingkatkan hingga mencapai 10 juta orang per 10 hari sejak Agustus 2021. Pemerintah pun terus mengupayakan kecukupan stok vaksin nasional dan meningkatkan cakupan pemerataan vaksin.

“Implementasi kebijakan PPKM terus ditingkatkan. Masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebagai catatan, pekan lalu ada 80 kabupaten/kota yang kepatuhannya rendah dalam memakai masker dan 95 kabupaten/kota dalam menjaga jarak,” kata Wiku.

Selain itu, pengawasan protokol kesehatan menjadi kunci untuk mencegah lonjakan kasus terulang kembali. “Satgas Posko Desa/Kelurahan dan satgas fasilitas publik merupakan sarana penting untuk mendukung pelaksanaan pengawasan protokol kesehatan. Saat ini baru sekitar 41 persen desa/kelompok yang telah membentuk posko atau posko di Indonesia,” kata Wiku. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here