Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsIndonesia dan Singapura Sepakat Perjanjian Ekstradisi Berlaku Surut hingga 18 Tahun

Indonesia dan Singapura Sepakat Perjanjian Ekstradisi Berlaku Surut hingga 18 Tahun

BERNASNEWS.COM – Indonesia dan Singapura mendatangani perjanjian ekstradisi yang berlaku surut hingga 18 tahun. Dengan demikian, pelaku tindak kejahatan yang terjadi hingga 18 tahun lalu bisa diekstradisi ke kedua negara tersebut.

“Saya menyambut baik tercapainya sejumlah kesepakatan di bidang politik, hukum dan keamanan antara Indonesia dengan Singapura dalam pertemuan di Bintan, hari ini. Di antaranya, kesepakatan terkait Perjanjian Ekstradisi dan Persetujuan Flight Information Region (FIR). Dalam Perjanjian Ekstradisi yang baru ini, masa retroaktif diperpanjang dari semula 15 tahun menjadi 18 tahun sesuai dengan Pasal 78 KUHP,” cuit Presiden Joko Widodo di akun twitternya yang diunggah pada Selasa 25 Januari 2022 malam.

Sementara menurut Menteri Koordintor bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, kedua negara berhasil mencapai kesepakatan dalam kerja sama di bidang hukum lewat perjanjian ekstradisi yang progresif, fleksibel dan antisipatif terhadap perkembangan bentuk dan modus tindak kejahatan di masa sekarang dan masa depan.

Perjanjian ekstradisi itu berlaku surut atau retroaktif hingga 18 tahun terhadap tindak kejahatan yang berlangsung sebelum berlakunya perjanjian ini. Dengan berlakunya perjanjian ini, Indonesia akan mampu menuntaskan pelaku kejahatan di masa lampau dan siap untuk mengimplementasikan Keputusan Presiden terkait Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI.

“Perjanjian DCA yang merupakan payung bagi kedua negara untuk berdialog dan berkonsultasi terkait kebijakan bilateral secara regular mengenai isu-isu keamanan, juga turut ditandatangani hari ini,” kata Menteri Luhut yang ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara penandatanganan 3 perjanjian di The Sanchaya Resort Bintan Kepulauan Riau, Selasa 5 Januari 2022.

Sementara menurut Presiden Jokowi, dengan ditandatanganinya Perjanjian FIR, maka ruang lingkup FIR Jakarta akan melingkupi seluruh wilayah udara teritorial Indonesia, terutama di perairan sekitar Kepulauan Riau dan Kepulauan Natuna.

“Saya dan PM Singapura Lee Hsien Loong menggelar pertemuan bilateral di The Sanchaya Resort Bintan, Kepulauan Riau, siang ini. Tahun ini juga merupakan tahun peringatan 55 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura. Hubungan kedua negara bertetangga ini pun semakin kuat,” kata Presiden Jokowi.

Dikatakan, dalam penguatan kerja sama pemulihan ekonomi, Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia. Investasi Singapura di Indonesia pada Januari sampai September 2021 senilai USD 7,3 miliar. Pertemuan retreat di Bintan, bahkan mencatat adanya investasi baru senilai USD 9,2 miliar, antara lain di bidang energi baru terbarukan di sekitar Batam, Pulau Sumba dan Manggarai Barat, NTT serta pembangunan hub logistik di Pelabuhan Tanjung Priok. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments