Home News Indonesia Bangun Kawasan Industri Hijau di Kalimantan Utara

Indonesia Bangun Kawasan Industri Hijau di Kalimantan Utara

49
0
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan (kanan) berbincang serius dengan Presiden Joko Widodo di sela-sela acara groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia di lahan 16.400 ha di Tanjung Palas Timur, Kalimantan Utara, Selasa 21 Desember 2021. Foto: [email protected]

BERNASNEWS.COM – Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia di lahan 16.400 ha di Tanjung Palas Timur, Kalimantan Utara, Selasa 21 Desember 2021.

Dengan pembangunan Kawasan Industri hijau tersebut, maka Indonesia memulai lompatan transformasi ekonomi melalui hilirisasi industrialisasi bahan mentah dan pemanfaatan energi hijau.

“Manfaat dari kawasan industri tersebut akan dirasakan secara riil 5-10 tahun lagi. Karena itulah, sumber daya manusia berkualitas harus kita persiapkan. Seluruh jajaran terkait saya minta untuk mengawal pembangunan kawasan ini agar kondusif dan aman bagi para investor,” kata Presiden Jokowi saat melakukan groundbreaking Kawasan Industri Hijau Indonesia di Tanjung Palas Timur, Kalimantan Utara, Selasa 21 Desember 2021.

Menurut Prsiden Jokowi yang dikutip Bernasnews.com dari akun twiternya @jokowi, pembangunan kawasan industri ini merupakan hasil kerjasama investor Indonesia, Cina sampai Uni Emirat Arab. “Dalam masa pembangunan kontruksinya dibutuhkan kurang lebih 100.000 tenaga kerja. Lalu pada saat beroperasi, tentu dibutuhkan lebih banyak lagi tenaga kerja,” kata Presiden Jokowi.

Sementara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia bisa menjadi superpower dalam energi hijau. Karena Indonesia menyimpan potensi besar yang dibutuhkan bumi ini terutama negara-negara maju dalam menahan laju perubahan iklim.

Menurut Luhut Pandjaitan, Kawasan Industri Hijau di Indonesia yang akan dibangun di atas lahan seluas 16.528 hektar di Provinsi Kalimantan Utara yang akan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) bukan hanya sekadar kawasan industri hijau, tetapi juga akan menjadi kawasan residensial, bisnis dan pariwisata dengan konsep modern and smart living.

“Dunia perlu melihat bahwa menggerakkan roda perekonomian sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia bukanlah hal yang mustahil. Now, we’re building it in Indonesia,” kata Menteri Luhut dikutip Bernasnews.com di akun Instagramnya @luhut.pandjaitan yang diunggah pada Selasa 21 Desember 2021.

https://www.instagram.com/luhut.pandjaitan/

Menurut Menteri Luhut, dengan konsep yang begitu modern, ia merasa bahwa bukan hal yang aneh ketika komitmen investasi di Kawasan Industri Hijau ini sudah mencapai US$ 130 miliar. Karena apa yang dibangun di sini adalah salah satu upaya Indonesia untuk menciptakan produk energi hijau yang mampu bersaing di pasar global karena mengutamakan proses industri berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Belum lagi estimasi serapan tenaga kerja sebanyak 100 ribu orang pada tahap konstruksi, Anda bisa bayangkan betapa besar dampak kesejahteraan masyarakat terutama penduduk sekitar yang akan dihasilkan dari Kawasan Industri Hijau ini,” kata Luhut.

“Hanya membayangkannya saja, saya sudah diliputi rasa bangga. Apalagi jika kelak mutiara yang berkilau di kawasan sekaligus model percontohan kota masa depan yang ramah lingkungan serta terintegrasi dengan segala fasilitas yang menunjang peningkatan kualitas hidup manusia, bisa dinikmati oleh anak cucu kita tentunya bahagia sekali rasanya.
Sudah layak bukan jika saya katakan bahwa Indonesia akan menjadi superpower dalam energi baru dan terbarukan?,” kata Luhut bangga. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here