Indahnya Selasa Wage di Malioboro

    534
    0
    Berbagai komunitas ikut menyemarakan acara Selasa Wage, di Kawasan Malioboro, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

    BERNASNEWS.COM — Suasana berbeda tampak di Malioboro, Yogyakarta, Selasa (01/10/2017). Trotoar di sepanjang barat dan timur Malioboro yang biasanya penuh dengan pedagang kaki lima (PKL) tampak lengang. Tak ada satu pun pedagang yang menggelar dagangannya di sana. Meski terlihat lengang, Malioboro tetap memberikan kenyamanan bagi penikmat jalur pedestrian. Apalagi pada momentum tersebut, Pemkot Yogyakarta bersama berbagai komunitas dan pelaku usaha turun tangan melakukan aksi bersih-bersih.

    Ini bukan kali pertama Malioboro kosong dari pedagang. Selasa Wage dipilih para pedagang untuk beristirahat dari aktivitasnya sesuai dengan program Pemerintah Kota Yogyakarta. Pemilihan Selasa Wage pun tidak sembarangan, hari pasaran Jawa itu bertepatan dengan hari lahir Sultan HB X dan akan berulang setiap 35 hari atau selapan.

    Hal itu dimanfaatkan oleh warga Jogja untuk menikmati berbagai macam suguhan kesenian yang diselenggarakan oleh komunitas pecinta seni Jogja yang diantaranya ada seni mocopat, hadroh, tari klasik, kirab bergada, kirab batik, campursari, bahkan seni modern seperti suguhan lagu dangdut, atau suguhan lagu-lagu akustik pun tak luput disuguhkan. Suguhan berbagai macam kesenian ini dimulai pukul 12:00 – 21:00 WIB.

    Masyarakat Jogja sangat antusias dengan adanya program Selasa Wage ini, dari anak – anak hingga lansia bersatu padu guna memeriahkan kawasan Malioboro. Berbagai macam komunitas pun turut serta bergabung di sepanjang kawasan jalan yang sangat bersejarah ini. Dari komunitas pecinta fotografi, sepeda ontel, sepeda gunung, sepeda fiksi, komunitas barber shop, bahkan komunitas pecinta anjing pun turut serta memeriahkan program Selasa Wage di Malioboro.

    Tradisi ini diharapkan dapat menambah nilai plus untuk wisata Jogja , sehingga semakin banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang singgah untuk sekedar menikmati budaya Jogja maupun turut serta mengenalkan Yogyakarta dengan berbagai keistimewaan yang dimilikinya ke mata dunia. (Febriana Lindiawati, Mahasiswi Prodi Public Relation ASMI Santa Maria)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here