Home Pendidikan Imunitas Tubuh Faktor Utama dalam Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi

Imunitas Tubuh Faktor Utama dalam Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi

51
0
Webinar yang digelar oleh UWM Yogyakarta bertajuk Menjaga Imunitas Tubuh Melawan Pandemi Covid-19 dalam Meningkatkan Kinerja Tridharma Perguruan Tinggi. (Foto: Dok. Humas UWM)

BERNASNEWS.COM — Segala aktivitas yang dijalankan di tengah pandemi Covid-19 ini dituntut untuk meningkatkan imunitas supaya tidak terserang virus Corona. Dengan imunitas tubuh yang baik akan berimbas positif dalam peningkatan kinerja Tridharma Perguruan Tinggi (PT). Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M Ec dalam sambutan acara Webinar melalui aplikasi Zoom, Rabu (20/5/2020).

“Harapan kita di tengah pandemi Covid-19 ini tidak mengendurkan implementasi dari pendidikan dan pengajaran, penelitian dan aktivitas pengabdian kepada masyarakat bagi Tenaga Pendidik atau dosen,” ucap Prof Edy.

Prof Edy menambahkan, tidak membutuhkan waktu lama untuk melakukan penyesuaian atas perubahan akibat pandemi.  Pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tetap dapat dilaksanakan di tengah pandemi. Namun semua dapat dilakukan jika tubuh dalam kondisi sehat sehingga terhindar dari korona. Berdiam di rumah, melaksanakan protokol dari pemerintah dan WHO harus dilakukan sebagai upaya meningkatkan imun dan pencegahan Covid-19.

Paparan dari Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, MP, Dosen Fakultas Sains dan Teknologi UWM. (Foto: Dok. Humas UWM)

Webinar yang digelar UWM tersebut bertajuk Menjaga Imunitas Tubuh Melawan Pandemi Covid-19 dalam Meningkatkan Kinerja Tridharma Perguruan Tinggi. Dua orang narasumber yang dihadirkan yakni Bagus Anwar Hidayatullah, SH., MH., M.Sc. (Dosen Fakultas Hukum UWM) dan Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, MP. (Dosen Fakultas Sains dan Teknologi UWM).

Menurut Prof Ambar, sistem pertahanan tubuh manusia meliputi Barier Sikal (kulita dan mukosa yang utuh) dan Kimia (asam lambung), Respon Imun alami, dan respon imun adaptif. Sifat penting pangan salah satunya sebagai asupan gizi yang sangat esensial untuk keberlangsungan hidup manusia.

Selain itu, fungsi pangan secara fisiologis menjadi regulasi bioritme sistem saraf, sistem imunitas tubuh yang disebut pangan fungsional. Pangan Fungsional berbagai macam pangan yang dapat meningkatkan sistem imun. “Di masa pandemi perlu mengonsumsi pangan fungsional. Memilih makanan berdasarkan fungsi dan manfaatnya dengan melihat komposisi gizi, fitokimia dan komponen biokimia yang terkandung didalamnya,” jelas Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UWM itu.

Prof Ambar menyebutkan, berbagai tanaman herbal dan jamu dapat menguatkan sistem imun tubuh. Kunyit dan temulawak termasuk jamu yang mengandung curcumin yang dapat meningkatkan imun. Selain itu kayu putih (eucalyptus) juga dapat membunuh virus karena mengandung 1,8 cineole (eucalyptol).

Dari aspek rohani dan spiritual, Bagus mengatakan diperlukan harmonisasi spiritualitas dan religiusitas sebagai ketahanan menghadapi pandemi Covid-19. Menurutnya, meningkatkan imunitas dapat dibangun melalui ketahanan fisik, psikologis, dan spiritual. Kecerdasan spiritual dapat dilatih melalui aktivitas berdoa, meditasi, penegasan energi positif pada diri, berkegiatan sosial, membaca bacaan inspiratif, dan menyanyikan lagu rohani.

“Mencegah Covid-19 juga dapat dilakukan dengan menemukan kembali sintesa budaya Jawa. Orang Jawa dulu sudah membuat kebiasaan yang baik tentang makna etika, tata krama dan kebersihan. Hal itu tercermin dalam beberapa kultur,” papar Bagus. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here