Home Pariwisata Imogiri Menyimpan Potensi Wisata Alami yang Eksotis

Imogiri Menyimpan Potensi Wisata Alami yang Eksotis

360
0
Spot Wisata "Sri Kemenut" dengan alam perbukitan, hamparan sawah, dan aliran Sungai Oya, di Desa Sariharjo adalah salah satu potensi wisata yang ada di Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Bagi komunitas goweser atau pesepeda yang telah jenuh bersepeda hanya berkutat di tengah Kota Yogyakarta yang kini mulai geliat padat walau tanggap darurat Covid-19 diperpanjang hingga akhir Agustus 2020 nanti. Aktifitas gowes sambil berfoto pun hanya berlatar belakang jalan yang mulai ramai dan gedung-gedung bangunan tinggi.

Spot wisata Sri Kemenut berupa aliran Sunga Oya dengan latar belakang perbukitan layaknya pemandangan dalam film-film koboi. Foto diambil, Minggu (2/8/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Kini saatnya bagi komunitas goweser (pemula) untuk bergeser melakukan kegiatannya di pinggiran kota atau daerah pedesaan, disamping suasana jalan pedesaan relatif lengang memungkinkan untuk jaga jarak sesuai protokol, udaranya pun masih segar dan sesuai tujuan bersepeda yaitu untuk kesehatan. Salah satu daerah pedesaan yang sejak dahulu menjadi tujuan pilihan oleh para goweser adalah seputaran Imogiri, Kabupaten Bantul.

Jembatan Gantung yang melintasi Sungai Oya menghubungkan Desa Sariharjo dan Selopamioro, Imogiri, Bantul. Foto diambil, Minggu (2/8/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Imogiri merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bantul, DIY. Letak di sebelah Tenggara Ibu Kota Bantul dan Kota Yogyakarta. Luas wilayah lebih dari 5.448 Hektar yang tercakup di 8 desa. Selain terkenal dengan tempat makam raja-raja Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta. Juga sentra pengrajin produk Budaya Jawa masa lalu, antara lain, kerajinan tatah sungging wayang di Pucung dan batik di Giriloyo, keduanya di Kelurahan Wukirsari. Juga ada kerajinan keris di Banyusumurup, serta pusat kuliner berada di bekas pasar lama maupun parkiran Makam Raja-raja Pajimatan.

Salah satu spot foto dengan bangunan saung atau gubuk berbahan anyaman bambu di Selopamioro, Imogiri, Bantul. (Tedy Kartydi/ Bernasnews.com)

Di Imogiri juga banyak trek-trek sepeda yang menantang dengan pemandangan desa yang alami, seperti di Desa Sariharjo dan Selopamioro, daerah bukit pegunungan yang dibelah oleh Sungai Oya di tengahnya, terdapat spot wisata “Sri Kemenut”. Wisatawan atau para goweser dapat berswa foto berlatar hamparan sawah atau sungai berlatarkan perbukitan layaknya pemandangan eksotis dalam film-film Cowboy.

Kapal Temangsang slah satu spot foto buatan milik warga yang dibangun di tepian Sungai Opak, sebelah obyek wisata Bendung Tegal, Desa Wisata Kebon Agung, Imogiri, Bantul. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Untuk menghubungkan dua desa itu ada sebuah Jembatan Gantung, tempat ini juga sebagai tempat favorit untuk berselfi, namun harus hati-hati dan ikuti ketentuan yang tertulis di papan dekat arah masuk jembatan yang dipasang oleh Direktorat Jendral Bina Marga. Yaitu, antri harus berurutan jumlah maksimum 40 orang pada waktu bersamaan dan tidak boleh berkelompok, dilarang bermain-main, berlari dan berfoto (selfi) di atas jembatan, dan masih ada aturan lainnya termasuk kendaraan roda 4 dilarang melintas.



seorang pengunjung berfoto dengan latar belakang dam Bendung Tegal, Minggu (2/8/2020) yang berlokasi di Desa Wisata Kebon Agung, Imogiri, Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara bagi yang suka kesunyian dan ketenangan dengan iringan gemricik suara air atau sekalian mengembangkan hobi memancing ikan, bisa mengarahkan tujuan gowesnya ke Bendung Tegal. Bangunan yang membendung aliran Sungai Opak ini dibangun pada tahun 1997. Kemudian dikembangkan menjadi destinasi alam yang kini semakin berkembang menjadi bagian dari Desa Wisata Kebon Agung, Imogiri. (Tedy Kartyadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here