Monday, August 8, 2022
spot_imgspot_imgspot_img
spot_img
HomePendidikanIlmu Teknik Industri Dapat Diterapkan di Industri Apapun

Ilmu Teknik Industri Dapat Diterapkan di Industri Apapun

BERNASNEWS.COM – Bidang ilmu teknik industri mempelajari tentang perencanaan, monitoring dan kontrol aktivitas industri yang menitikberatkan pada proses yang efektif, efisien dan aman. Titik berat ilmu teknik industri adalah kemampuan dalam membuat proses menjadi efisien dan menguntungkan, sehingga untuk melakukan hal tersebut, yang harus dimiliki adalah kemampuan untuk mengenali makro proses bisnis, kemudian menjabarkannya ke dalam sub-sub proses.

Selanjutnya dengan ilmu optimasi yang dimiliki, terbentuklah system industri yang memenuhi tiga kaidah tersebut yakni efektif, efisien dan aman-sehat-nyaman. Dengan demikian, selama suatu industri memiliki unsur manusia, mesin, metode/ proses, uang dan lingkungan, maka di situ pula ilmu teknik industri dapat diterapkan, termasuk di industri pertambangan.

Hal itu disampaikan Akbar Kurniawan, Safety Health Environment Section Head, Div OPR & SHE, PT Kalimantan Prima Persada dalam kuliah umum Program Magister FTI UII dengan tema Prospek Kerja di Industri Tambang.

Menurut Akbar Kurniawan, ia sering ditanya apakah dulu kuliah di jurusan Teknik Pertambangan, sehingga bisa bekerja di industri pertambangan. Ia mengaku meski kuliah di jurusan Teknik Industri namun bisa bekerja di industri pertambangan karena memiliki kemampuan yang dibutuhkan di industri pertambangan.

“Saya sangat senang dapat kuliah di Teknik Industri, karena dapat belajar teknik yang mencakup bidang desain, perbaikan dan dipergunakan dari sistem integral yang terdiri dari manusia, bahan-bahan, informasi, peralatan dan energi. Semua bermuara di bidang keahlian sistem manufaktur, manajemen industri, sistem industri dan tekno rkonomi serta bidang keilmuan yang mempelajari sebuah sistem (input-proses-output),” kata Akbar Kurniawan dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com pada Minggu, 5 Desember 2021.

Menurut Akbar Kurniawan, inti bisnis pertambangan adalah mulai dari perencanaan eksplorasi (pencarian sumber mineral), eksploitasi (pengerjaan operasional mineral), proses (memproses bahan mineral pra jual) serta pemasaran mineral. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa aktivitas inti pertambangan dimulai dari aktivitas perencanaan kelayakan proses, eksplorasi sampling mineral batuan pembersihan vegetasi di permukaan tanah, teknik menambang yang aman dan efisien, teknik pemisahan materialnya, sampai pemasaran kepada stakeholder.

Oleh karena itu, untuk membangun sistem operasional penambangan yang menguntungkan, diperlukan pengetahuan dan keterampilan bidang ilmu teknik pertambangan, teknik geologi, teknik sipil, dan juga teknik geodesi dan geomatika. Sementara di sisi lain, bidang ilmu teknik industri mempelajari tentang perencanaan, monitoring, dan kontrol aktivitas industri yang menitikberatkan pada proses yang efektif, efisien, dan aman.

“Titik berat ilmu teknik industri adalah kemampuan dalam membuat proses menjadi efisien dan menguntungkan, sehingga untuk melakukan hal tersebut, kemampuan yang harus dimiliki adalah kemampuan untuk mengenali makro proses bisnis, kemudian menjabarkannya ke dalam sub-sub proses, dan dengan ilmu optimasi yang dimilikinya, terbentuklah system industri yang memenuhi tiga kaidah di atas efektif, efisien, dan aman-sehat-nyaman. Selama suatu industri memiliki unsur manusia, mesin, metode/proses, uang, dan lingkungan, maka di situ pulalah ilmu teknik industri dapat diterapkan, termasuk juga di industri pertambangan,” kata Akbar.

Dengan demikian, kompetensi utama lulusan teknik industri adalah mampu mengidentifikasi, memformulasikan dan memecahkan masalah-masalah keteknik-industrian. Menguasai kemampuan menerapkan matematika, statistika, sains dan analisis engineering pada penyelesaian masalah bidang teknik industri, termasuk di industri tambang.

Sementara Andrie Pasca Hendradewa ST MT, Manajer Akademik Keilmuan Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, mengatakan, Prodi Teknik Industri, Program Magister FTI UIImerasa perlu mengadakan pengayaan keilmuan dalam perspektif praktis sebagai upaya menyiapkan lulusan yang memiliki kapasitas intelektual dan profesional di bidang Teknik Industri, Manajemen Industri atau Ergonomi dan Keselamatan Kerja yang sesuai dengan kebutuhan zaman serta mampu menghadapi tantangan masa depan.

“Salah satu ikhtiar untuk mencapai salah satu misi tersebut, Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII mengadakan Kuliah Umum dengan menghadirkan praktisi yang juga lulusan S1 Teknik Industri FTI UII dan kini menempuh S2 di Magister Teknik Industri FTI UII,” kata Andre. (lip)
 

·

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments