Home News Ikatan Pelajar-Mahasiswa Toraja Tak Terlibat Seruan Aksi Protes Anarkis

Ikatan Pelajar-Mahasiswa Toraja Tak Terlibat Seruan Aksi Protes Anarkis

883
0
Ketua Ikatan Keluarga Toraja Yogyakarta Cornelis Guling SE MM Akt CA BKP (tengah/baju biru) bersama pengurus IKAPMAJAYA usai membuat surat pemberitahuan di Cornel Cafe Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa (3/9/2019). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM —Ikatan Pelajar Mahasiswa Toraja Yogyakarta (IKAPMAJAYA) dengan tegas membantah ikut terlibat dalam seruan aksi protes anarkis OAP ABEPURA yang melibatkan mahasiswa dan keluarga Toraja di Yogyakarta. Bahkan pesan berantai berisi seruan aksi protes anarkis OAP ABEPURA yang mengatasnamakan diri dari Komando Pusat Pattimura Muda Rantau di DIY ini dinilai sebagai seruan yang dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengadudomba masyarakat, terutama warga perantauan.

“Kami selaku pengurus IKAPMAJAYA menyatakan bahwa kami beserta seluruh mahasiswa dan keluarga Toraja di Yogyakarta tidak terlibat dalam seruan aksi protes anarkisme yang dilakukan pihak tertentu. Kami berpendapat bahwa aksi itu mengandung unsur provokasi atau mengadudomba pihak tertentu,” demikian antara lain isi surat pemberitahuan dari IKAPMAJAYA yang ditujukan kepada seluruh mahasiswa Papua dan keluarga masyarakat Papua di Yogyakarta, tertanggal 3 September 2019.

Surat yang ditandatangani oleh Ketua Pengurus IKAPMAJAYA Hans Gustavian Taruk dan Sekretaris Elza Miyori Todin Rante yang diketahui oleh Ketua Ikatan Keluarga Toraja Yogyakarta Cornelis Guling SE MM Akt CA BKP ini dilakukan sehubungan dengan adanya pesan berantai berisi seruan untuk melakukan aksi protes anarkisme OAP ABEPURA di Kamkei yang beredar luas di masyarakat, Selasa (3/9/2019).

Surat pemberitahuan yang ditandatangani oleh pengurus IKAPMAJAYA dan Ikatan Keluarga Toraja Yogyakarta yang diterima Bernasnews.com, Selasa (3/9/2019) malam. Foto : Istimewa

Dalam surat yang ditulis orang bernama Ronny Sapulete selaku Komando Lapangan Pattimura Muda Cabang Pusat Jateng-DIY itu menyebut sejumlah organisasi/paguyuban/kelompok sebagai Satlap Pendukung, termasuk mencatut pelajar mahasiswa dan keluarga Toraja di Yogyakarta.

Menurut Cornelis Guling kepada Bernasnews.com, Selasa (3/9/2019), masyarakat Toraja di Yogyakarta tidak pernah merencanakan, apalagi mendukung aksis protes anarkis ke asrama Papua Yogyakarta seperti yang tertulis dalam pesan berantai itu. Cornelis Guling menilai pesan atau seruan berantai itu dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengadudomba dan ingin membuat masyarakat resah dan takut.

Karena itu, Cornelis Guling meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan pesan-pesan yang tidak jelas asal usul dan sumbernya itu. Bahkan ia meminta masyarakat untuk tetap menjaga perdamaian dan persaudaraan dengan tidak terpengaruh oleh pesan-pesan dan isu-isu yang mengadudomba yang dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here