Home Pariwisata Icip Tongseng Burung Emprit, Dengan Cita Rasa yang Menggigit

Icip Tongseng Burung Emprit, Dengan Cita Rasa yang Menggigit

718
0
Toseng Burung Emprit masakan dari Warung Woko Wader, di Dusun Payak, Desa Srimulya, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Burung Emprit atau burung Pipit ada juga yang menyebutnya burung Bondol Jawa adalah sejenis burung kecil pemakan pada dan biji-bijian. Dalam bahasa Inggris burung ini disebut sebagai Javan Munia, dengan nama ilmiah adalah Lonchura leucogastroides masih banyak ditemukan di persawahan pedesaan Yogyakarta.

Siapa sangka burung kecil yang hidup bergerombolan dan menjadi hama bagi petani ini bisa dijadikan olahan kuliner yang istimewa. Bagi generasi usia lebih dari 50 tahun tentu tidak asing dengan sajian Emprit goreng bacem, kala tahun 1970an masakan itu masih mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional di Yogyakarta.

Warung Woko Wader, pengunjung atau konsumen tidak hanya bermotor namun ada juga yang bermobil bertipe kelas atas. Foto diambil Minggu (23/8/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Daging burung Emprit sebagai bahan masakan teksturnya tidak jauh beda dengan daging burung Dara ataupun burung Puyuh. Karena sudah jarang diketemukannya Emprit goreng ini atau kurangnya refrensi tentang kuliner jaman dulu, sehingga banyak generasi kekinian menganggap sebagai kuliner ekstrim yang tak lazim.

Beberapa tahun terakhir sudah ada sebuah resto eksklusif yang menyajikan kuliner berbahan daging burung Emprit, untuk mencobanya tentu harus merogoh kocek yang cukup dalam sebab bangunan resto, serta penyajiannya sukup fantastis. Apabila isi dompet pas-pasan dan ingin icip kuliner burung Emprit, ada satu tempat yang recomainded yakni Warung Makan Wader Pak Woko (Woko Wader).

Menu ikan Kutuk (Ikan Gabus) goreng dan Tongseng Emprit lengkap dengan sambal dua macam dan lalapan, serta Trancam. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Warung Makan yang tepatnya berada di Dusun Payak, Desa Srimulya, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY ini salah satu menunya menawarkan Tongseng Emprit dan Emprit Goreng. Juga menu ikan Wader (jenis ikan kecil yang hidup di kali), mangut Lele dan Lele goreng, mangut Kutuk (ikan gabus) dan Kutuk goreng.

“Saya buka warung ini, dengan menu termasuk Tongseng Emprit sudah sejak 10 tahun lalu. Sedangkan belajar memasaknya otodidak atau belajar sendiri dengan mengamati juga menicipi,” jelas Pak Woko kepada Bernasnews.com, Minggu (23/8/2020).

Pak Woko yang nama aslinya Iswoko ini, mengungkapkan, bahwa kebutuhan bahan semuanya disuplai dari pedagang. Khusus untuk burung Emprit sendiri rata-rata perhari memerlukan 300 – 400 ekor. “Kebetulan kalau nggak disetori, terpaksa jaring Emprit sendiri di persawahan sekitar sini. Tapi itu sangat jarang sekali,” ujar Pak Woko.

Suasana ruang Warung Woko Wader terbagi dua, duduk dengan kursi atau lesehan di ruang sebelah dalam. Foto diambil Minggu (23/8/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Soal cita rasa tongseng dan goreng Emprit maupun menu lainnya sangat relatif, silakan untuk mencoba sendiri, kata pelanggan enak dan nggak mahal. Warung Woko Wader buka jam 10:00 – 17:30 WIB, hari Jumat libur. Satu porsi menu tongseng berisi 10 ekor burung Emprit.

Berdasar pengamatan Bernasnews.com, Minggu (23/8/2020), warung Woko Wader cukup ramai, diantara pengunjung ada beberapa yang bermobil kelas atas. Juga komunitas goweser banyak mampir, mengingat venue termasuk jalur gowes menuju destinasi wisata Watu Kapal dan Lava Bantal, Berbah, Sleman. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here