Home Pendidikan IBITeC 2021 Soroti Aspek Equality dalam Mendapatkan Fasilitas dan Layanan Kesehatan

IBITeC 2021 Soroti Aspek Equality dalam Mendapatkan Fasilitas dan Layanan Kesehatan

55
0

BERNASNEWS.CS.COM – Program Studi Teknik Elektro, FTI UII embali menggelar seminar internasional The 2nd International Biomedical Instrumentation and Technology Conference 2021 (The 2nd IBITeC 2021) pada 20-21 Oktober 2021. Tahun ini, IBITeC mengangkat tema The Empowerment of Healthcare Technology to Achieve Universal Health Coverage yang mencoba membahas aspek equality dalam mendapatkan fasilitas dan layanan kesehatan dengan pengembangan advanced technology dengan berbagai keterbatasan dan tantangannya di berbagai negara.

Alvin Sahroni ST M.Eng PhD, Dosen Prodi Teknik Elektro FTI UII, mengatakan, The 2nd IBITeC 2021 mengundang narasumber/ keynotes dari beberapa negara dengan kompetensi di bidang teknologi yang tidak dapat diragukan. Narasumber yang dihadirkan adalah Prof Edward Sazonov dari US, Dr Noor Azurati Ahmad dari Malaysia, dan Dr Desiree Abdurrachim dari Singapura.· 

Ketiga pembicara kunci ini memaparkan berbagai perkembangan teknologi dan penelitian yang telah mereka lakukan untuk dapat mendukung layanan dan fasilitas kesehatan demi mendukung pemerataan layanan dan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yang lebih baik lagi.

Menurut Alvin Sahroni dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Kamis 21 Oktober 2021, seminar internasional ini juga didukung oleh beberapa mitra UII seperti PUI-CBIOM3S-UNDIP dan UTM-Malaysia. Seperti pelaksanaan seminar pertama tahun 2019, tahun ini IBITeC juga didukung oleh komunitas profesi IEEE di Indonesia yang berasal dari IEEE Communication Society Indonesian Chapter sebagai co-sponsor acar.

Firdaus ST MT PhD, Dosen Prodi Teknik Elektro FTI UII. Foto: Jerri Irgo

Alvin mengatakan, tidak seperti seminar pertama, The 2nd IBITeC 2021 dilaksanakan secara virtual demi menghindari penyebaran virus Covi-19 di masa pandemi ini. “Seminar internasiolnal IBITeC ini menjadi event yang penting, terutama untuk terus menjaga atmosfer penelitian di bidang rekayasa biomedis di Indonesia untuk memberikan dampak positif tidak hanya pada wilayah Indonesia, namun juga dunia yang mengalami kondisi yang identik dengan isu fasilitas dan layanan kesehatan,” kata Alvin.

Selain itu, seminar ini menjadi ajang knowledge transfer para peneliti, akademisi, pelajar, praktisi dan industri di dunia kesehatan. Dengan adanya seminar ke-2 IBITeC 2021 ini, juga dapat membuka peluang kerjasama jejaring, meningkatkan awareness dalam penelitian di bidang rekayasa biomedis, dan isu-isu penelitian yang terkait lainnya, serta menjadi cikal bakal lahirnya kearifan lokal untuk memecahkan permasalahan kesehatan di masa pandemi ini.

Menurut Alvin, dengan masuknya lebih dari 50 artikel ilmiah dan lebih dari 30 persen berrasal dari luar Indonesia seperti negara dari Amerika, Eropa, dan Asia, diharapkan dapat menjadi sarana memperluas khasanah keilmuan rekayasa di bidang kesehatan d iberbagai negara. Sehingga, pengembangan teknologi sejenis dalam kurun waktu jangka pendek maupun panjang dapat terealisasi dan dirasakan kemanfataannya. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here