Home News Hybrid Learning Solusi Tepat Pembelajaran Di Masa Pandemi

Hybrid Learning Solusi Tepat Pembelajaran Di Masa Pandemi

213
0
Kepala Sekolah SD Budi Utama Maya Gampamole, SPd saat memimpin simulasi metode Hybrid Learning pada beberpa guru baik di ruang kelas maupun guru yang berada di rumah (work from home). Foto: Istimewa

BERNASNEWS.COM — Masyarakat mungkin masih belum terlalu familiar dengan istilah hybrid learning. Di masa pandemi ini, istilah hybrid learning semakin sering kita dengar terutama di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi.

Hybrid Learning merupakan metode pembelajaran yang menggabungkan berbagai pendekatan yaitu pembelajaran tatap muka, pembelajaran berbasis komputer dan online atau internet dan mobile learning. Demikian disampaikan Kepala Sekolah SD Budi Utama Maya Gampamole, SPd.

“Selain hybrid learning, metode yang juga digunakan selama masa pandemi Covid-19 adalah metode blended learningBlended learning merupakan metode gabungan pembelajaran tatap muka dan virtual,” terang Maya melalui keterangan tertulis Humas Budi Utama, Caecilia Yunita Kusumawardhani yang dikirim ke Bernasnews.com.

Dikatakan, metode-metode tersebut menjadi alternatif di Indonesia dalam menghadapi era digital. Metode ini telah digunakan hampir di beberapa negara di dunia guna meningkatkan mutu pendidikan dan membuat peserta didik maupun tenaga pengajar memiliki kemudahan dalam proses pemberian materi pembelajaran.

Suasana simulasi metode hybrid learning di Sekolah SD Budi Utama, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Pada hari Kamis, 27 Agustus 2021, lanjut Maya, Sekolah Budi Utama mulai mempersiapkan perangkat-perangkat yang dibutuhkan untuk memulai metode pembelajaran hybrid learning. Simulasi metode ini melibatkan beberapa guru baik di ruang kelas maupun guru yang berada di rumah (work from home) untuk dapat melihat proses hybrid learning ini berlangsung.

“Metode ini diharapkan dapat meminimalisir dampak psikososial para siswa selama pandemi masih belum berakhir,” ujar Maya.

Berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sekolah baru bisa melaksanakan tatap muka dengan kuota  50 persen dari kapasitas kelas.

Sebagai contoh jika terdapat 24 siswa di dalam kelas, maka yang diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka di kelas hanya 12 siswa saja, sedangkan 12 siswa lainnya diwajibkan melakukan pembelajaran secara daringdari rumah masing-masing.

Hybrid learning merupakan solusi tepat untuk pembelajaran di masa pandemi dikarenakan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menerima pembelajaran dengan tetap menjaga protokol kesehatan demi keselamatan seluruh warga sekolah.

“Pembelajaran secara hybrid ini juga efektif bagi para siswa  karena pembelajaran yang diajarkan melalui daring dapat disimpan dalam bentuk digital sehingga siswa dapat mengulang materi di luar sekolah,” terang Maya Gampamole. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here