Home News HUT ke-3 FKSS Ajak Semua Kalangan Melestarikan Sungai

HUT ke-3 FKSS Ajak Semua Kalangan Melestarikan Sungai

421
0
Bincang-bincang seputar pelestarian sungai bersama para pegiat sungai, karang taruna dan warga setempat pada HUT ke-3 Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) di bantaran Kali Kuning, Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Senin (25/1/2021) pagi. Foto: AG Irawan

BERNASNEWS.COM – Gerakan pelestarian sungai harus dilakukan menyeluruh, tidak bisa hanya dilakukan pada satu titik dalam satu aliran sungai. Keterlibatan warga yang bermukim di bantaran sungai dari hulu, tengah hingga hilir, juga peran para pihak dan pemangku wilayah, akan sangat menentukan kelestarian aliran sungai.

Hal tersebut terungkap dalam sarasehan pelestarian sungai dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS), di bantaran Sungai Kuning, Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Senin (25/1/2021) pagi.

Kabid Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Sleman Purwoko Sasmoyo ST MT mengatakan perlunya keterlibatan aktif semua elemen masyarakat dalam melestarikan lingkungan, khususnya sungai. “Jadikan gerakan pelestarian sungai di Sleman ini merupakan gerakan kesadaran masyarakat setempat dalam melestarikan alam. Kami akan mendukung sesuai dengan kapasitas yang ada,” terang Purwoko.

Peserta sarasehan foto bersama untuk menutup rangkaian acara di bantaran Sungai Kuning, Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Senin (25/1/2012) siang. Foto: AG Irawan)

Tahun 2021 ini, DLH Sleman akan melaksanakan program bersih sungai sebanyak 25 kali, bersama komunitas sungai di berbagai tempat di Sleman. Juga akan melakukan identifikasi sumber pencemar sungai dengan melibatkan komunitas sungai yang ada. “Untuk tahun 2021 ini, identifikasi sumber pencemar kami laksanakan di Sungai Bedog dari hulu hingga hilir yang ada di wilayah Sleman,” tambah Purwoko.

Guna menjaga agar ikan-ikan lokal sungai tetap lestari, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY berencana melakukan penebaran bibit ikan lokal di sejumlah sungai di DIY, termasuk di Sleman.

Kabid Kelautan, Pesisir dan Pengawasan DKP DIY Juwarti ST MSi, yang juga hadir dalam sarasehan tersebut menyampaikan perlunya komunitas sungai mulai mengidentifikasi keberadaan ikan lokal. “Kami akan melakukan restocking ikan lokal di sungai sepeti wader, melem, tawes dan derbang. Memang masih ada sejumlah titik sungai ditemui ikan predator seperti ikan hampala ( palung) yang berpotensi memangsa ikan asli sungai,” terang Juwarti.

Penanaman pohon gayam untuk pelestarian mata air di bantaran Sungai Kuning, Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Senin (25/1/2021). Foto: Eko Ari

Sementara Kasubid Tindak Lanjut dari Kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Mayasih Wigati S.Sos MSi M.Sc menyatakan perlunya edukasi lingkungan khususnya di tengah masyarakat yang bermukim di pinggir sungai, sehingga kelestarian ekosistem sungai terus terjaga.

Terkait pengelolaan kawasan sungai, disampaikan pejabat fungsional PEH Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan dan Lingkungan Serayu Opak Progo (BPDASHL-SOP) Lies Trianadewi S.Sos MAP, M.Agr. Pihaknya membuka kemitraan dengan komunitas pelestari sungai guna ikut terlibat aktif dalam melindungi ekosistem daerah aliran sungai. Misalnya dalam gerakan menanam pohon-pohon konservasi yang mampu menjaga dan melindungi mata air.

Sementara Lurah Wedomartani HTeguh Budianta menyambut baik gerakan konservasi lingkungan khususnya pelestarian sungai di wilayahnya.

Dalam acara HUT ke-3 FKSS kali ini juga dilakukan pengukuhan pengurus baru FKSS periode 2021-2023 oleh DLH Sleman. Terpilih sebagai Ketua AG.Irawan (Kali Kuning Sempu) dengan Sekretaris Mulyana Jati (Kali Bedog Jogokerten Sleman) dan bendahara Sumini ( Kali Bedog Kaliabu Gamping). Ada empat bidang kerja dalam kepengurusan FKSS, yakni Bidang Edukasi dan Konservasi. Bidang Persampahan dan Limbah. Bidang Pengurangan Risiko Bencana. Juga dilengkapi Bidang Media Center.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penanaman pohon konservasi dan pohon buah oleh DLH Sleman, jajaran Muspika Ngemplak, Lurah Wedomartani, FKSS dan Karang Taruna “Parikesit” Wedomartani serta Perwakilan Pengurus KarangTaruna Kabupaten Sleman.

Perwakilan Karang Taruna Parikesit Wedomartani Yudha Prasetyo mengungkapkan kegembiraannya bisa bertemu dengan berbagai komunitas peduli sungai di Sleman. “Senang bisa ketempatan untuk pertemuan para pegiat lingkungan sungai di Sleman. Semoga kami juga mampu melestarikan sungai Kuning, juga sungai yang lain di Wedomartani,” pungkasnya. (AG Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here