Home Ekonomi Hipmi DIY Khawatir Demonstrasi Bisa Mengganggu Roda Ekonomi

Hipmi DIY Khawatir Demonstrasi Bisa Mengganggu Roda Ekonomi

670
0
Ketua Umum Hipmi DIY Teddy SE. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa maupun pelajar dalam beberapa hari terakhir sedikit banyak telah mengganggu perputaran ekonomi di DIY, apalagi para demonstran menggunakan Jalan Gejayan sebagai titik demonstrasi. Sebab daerah tersebut merupakan salah satu sentral usaha kecil dan menengah yang cukup besar perputaran ekonominya. Dengan dibloknya jalan tersebut untuk aksi demonstrasi maka akan mengurangi pendapatan UKM yang ada di sepanjang jalan tersebut.

“Saya pikir lebih baik para mahasiswa menjaga situasi yang kondusif dan menjadi garda terdepan dalam menumbuhkembangkan kewirausahaan di DIY. Karena hal ini jauh lebih baik dan bermanfaat, sehingga pertumbuhan ekonomi di DIY semakin baik dan iklim investasi semakin menarik bagi investor untuk masuk ke DIY,” kata Teddy SE, Ketua Umum Hipmi DIY, dalam rilis yang dikirim ke Redaksi Bernasnews.com, Senin (30/9/2019).

Menurut Teddy, Hipmi DIY merasa sangat prihatin dan khawatir aksi demonstrasi menimbulkan image yang kurang baik bagi dunia investasi DIY, yang membuat para investor yang semula ingin berinvestasi namun kemudian mengurungkan niat karena maraknya aksi demonstrasi, walaupun sampai saat ini belum kelihatan dampaknya secara langsung.

Namun, menurut Teddy, bila gelombang demonstrasi terus menerus dan mengarah pada tindakan anarkisme, maka bisa berdampak pada investasi yang akan masuk ke DIY. Padahal Pemda DIY sedang menggalakkan program untuk menarik investasi masuk ke DIY. Bahkan pemerintah sudah menerbitkan Perda tentang investasi. “Untuk menarik investasi dibutuhkan kondisi sosial politik yang kondusif,” kata Teddy.

Teddy juga khawatir bila domontrasi bergeser ke arah tuntutan yang tidak logis, yang menimbulkan konflik horizontal dan berujung chaos. “Kita berharap hal tersebut tidak terjadi,” kata Teddy.

Kekhawatiran Teddy cukup beralasan. Sebab, sejumlah pengusaha kecil sempat merasakan langsung dampak demonstrasi, terutama saat jalan-jalan utama ditutup, karena adanya aksi demonstrasi. “Hari ini saya hanya bisa mengantar barang ke 8 outlet, padahal biasanya dalam sehari sampai 20 outlet. Hal ini terjadi karena sejumlah ruas jalan ditutup karena adanya demonstrasi,” kata Hanafi, salah seorang pengusaha pemasok barang-barang kebutuhan hotel kepada Bernasnews.com, kemarin.

Dikatakan, aksi demonstrasi sehari saja ia sudah langsung mengalami kerugian cukup besar, apalagi kalau aksi demonstrasi dilkukan berhari-hari. “Saya bisa gulung tikar,” katanya prihatin. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here