Home News Hingga Minggu 13 Warga Meninggal Dunia akibat Erupsi Gunung Semeru

Hingga Minggu 13 Warga Meninggal Dunia akibat Erupsi Gunung Semeru

97
0

BERNASNEWS.COM – Hingga Minggu 5 Desember 2021 pukul 09.20 WIB tercatat ada 13 warga yang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu 4 Desember 2021 pukul 15.10 WIB. Dari jumlah tersebut, 2 orang sudah teridentifikasi.

Menurut Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto S.Sos MM, total 13 orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut dan 2 orang yang sudah teridentifikasi berasal dari Curah Kobokan dan Kubuan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, 41 orang yang mengalami luka-luka, khususnya luka bakar, telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Penanggal. Mereka dirujuk ke RSUD Haryoto dan RS Bhayangkara. Sementara warga luka lainnya ditangani pada beberapa fasilitas kesehatan, yaitu 40 orang dirawat di Puskesmas Pasirian, 7 orang di Puskesmas Candipuro serta 10 orang lain di Puskesmas Penanggal termasuk dua ibu hamil.

Warga berlarian menjauhi Gunung Semeru yang mengalami erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 pukul1510 WIB. Foto: screenshot video yang viral

BPBD Kabupaten Lumajang dan tim gabungan juga meneruskan proses pencarian dan evakuasi warga yang terdampak atau pun yang diperkirakan hilang. Tim gabungan juga berhasil melakukan evakuasi warga yang tadi malam dilaporkan Wakil Bupati Lumajang terjebak di kantor pemilik tambang. Saat ini para warga telah ditempatkan di Pos Curah Kobokan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sebaran awas panas guguran juga berdampak pada dua kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo pada Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang serta Kecamatan Candipuro pada Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur.

Selain itu 8 kecamatan dan beberapa desa yang terdampak abu vulkanik, meliputi Kecamatan Ampelgading pada Desa Argoyuwono, Kecamatan Tirtoyudo pada Desa Purwodadi dan Desa Gadungsari, Kecamatan Pagelaran pada Desam Clumprit. Kemudian, Kecamatan Wajak pada Desa Bambang, Kecamatan Kepanjen pada Desa Panggungrejo dan Mojosari, Kecamatan Dampit pada Kelurahan Dampit, Kecamatan Bantur pada Desa Bantur dan Rejosari dan Kecamatan Turen pada Desa Talok.

Warga berlarian menjauhi Gunung Semeru yang mengalami erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 pukul1510 WIB. Foto: screenshot video yang viral

BPBD Kabupaten Lumajang juga melaporkan da 902 warga mengungsi yang tersebar di beberapa titik kecamatan, terdiri dari 305 orang mengungsi di beberapa fasilitasi pendidikan dan balai desa di Kecamatan Pronojiwo. Sementara 409 orang di lima titik balai desa di Kecamatan Candipuro dan 188 orang mengungsi di empat titik yang terdiri dari rumah ibadah dan balai desa di Kecamatan Pasirian.

Sebaran awan panas guguran Gunung Semeru juga menyebabkan beberapa rumah warga tertutup material vulkanik serta jembatan Gladak Perak di Curah Kobokan yang menjadi akses penghubung Lumajang dan Malang terputus. BPBD Kabupaten Lumajang menggunakan alat berat wheel loader untuk membuka akses jalan Curah Kobokan serta melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian materil lainnya akibat peristiwa ini.

Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau  ‘waspada.’ Adapun pemantauan kondisi udara melalui radar Accuweather Udara mencapai tingkat polusi tinggi dan berdampak negatif terhadap kelompok yang masuk dalam kategori rentan, yaitu lansia, ibu hamil, disabilitas serta anak-anak. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here