Friday, May 20, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsHidup Damai di Tengah Masyarakat Plural

Hidup Damai di Tengah Masyarakat Plural

bernasnews.com – Dosen dan Peneliti Sosial Politik dan Keagamaan DR Subkhi Ridho memberikan pencerahan, bagaimana mewujudkan kehidupan yang damai di tengah masyarakat yang plural.

Pencerahan itu disampaikan di hadapan para tokoh masyarakat dari berbagai agama dan kepercayaan yang berkumpul di ruang pertemuan Gereja Santo Yohanes Rasul Pringwulung, Rabu 27 April 2022 sore menjelang buka puasa.

Tampak hadir Panewu Kapanewon Depok Wawan Widiantoro, Vikep Kevikepan Yogyakarta Timur Romo Adrianus Maradiyo Pr, Ketua Komisi HAK Kevikepan Yogyakarta Timur Romo DR Joko Lelono Pr, Kepala Paroki St Yohanes Rasul Pringwulung Romo Rosarius Sapto Nugroho Pr, tokoh Hindu Bawati Mahendrajaya dan tokoh Buddha Budhi.

Dari agama Kristen hadir Pendeta Eko dan dari agama Khonghucu Eka. Hadir juga perwakilan dari Sunda Wiwitan Ki Demang Wangsafyudin, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan perangkat Desa Condongcatur.

Para tokoh lintas agama dan peserta Buka Puasa Bersama Lintas Iman dan Kepercayaan, berfoto bersama di aula Gereja Santo Yohanes Rasul Pringwulung. Foto: Ellisabeth Setyaningsih

Menurut DR Subkhi Ridho, momen buka puasa bersama lintas iman ini merupakan upaya konkrit untuk saling mengenal dan memahami antara satu sama lain dalam bermasyarakat. Kalau upaya-upaya konkrit dari para tokoh lintas iman dalam menjaga dan merawat toleransi terus-menerus dilakukan, juga ditransformasikan pada kaum muda, maka, menurut Subkhi Ridho, kebinekaan Indonesia dengan sendirinya akan menjadi kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya.

“Penghargaan terhadap kebinekaan ini akan membawa pada rasa persatuan nasional. Dari sini maka keadilan sosial pun akan terwujud, karena adanya rasa saling menghargai dan saling menghormati antara satu dengan yang lainnya tanpa memandang latar belakang agama maupun kelompoknya masing-masing,” paparnya.

Vikep Kevikepan Yogyakarta Timut Romo Adrianus Maradiyo Pr dan Panewu Kapanewon Depok Wawan Widiantoro. Foto: Elisabeth Setyaningsih

Sementara itu, Vikep Kevikepan Yogyakarta Timur Romo Adrianus Maradiyo Pr mengatakan, buka bersama ini merupakan kesempatan yang menarik ada perjumpaan tokoh-tokoh lintas iman di Kabupaten Sleman ini. “Kegiatan ini menjadi potret kehidupan masyarakat Indonesia yang saling menghormati dan menghargai. Sehingga srawung itu tidak wacana tapi dipraktikkan secara konkrit di masyarakat,” tutur Romo Maradiyo.

Romo Maradiyo pun menyatakan, kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk mewujudkan secara nyata bahwa masyarakat Kapanewon Depok merupakan masyarakat yang plural, saling menghormati dan menjaga persaudaraan insani.

“Pencerahan Mas Ridho tentang bagaimana hidup di masyarakat yang plural ini semakin memantapkan niat kami harus membangun persaudaran sejati,” kata Romo Maradiyo.

Panewu Kapanewon Depok Wawan Widiantoro pun mengungapkan rasa bangga dan mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dan tepat karena Kapanewon Depok adalah wilayah yang sangat heterogen dan memiliki dinamika yang tinggi. Oleh karena itu memerlukan kesadaran dan wadah yang tepat untuk srawung antar umat beragama.

DR Subkhi Ridho. Foto: Elisabeth Setyaningsih

“Perasaan saling memahami dan menghormati dalam pertemuan ini diharapkan mampu ditransformasikan kepada umat di tingkat bawah sehingga menjadi karakter masyarakat Depok yang saling memahami dan menghormati antar umat beragama,” tegasnya.

Wawan Widiantoro menambahkan, pertemuan ini bukan untuk saling melunturkan iman dan aqidah masing-masing, tetapi justru untuk menjamin setiap umat dapat melaksanakan kewajiban spiritualnya dengan baik.

Sedangkan tokoh Hindu Bawati Mahendrajaya mengaku sangat senang dan menghargai pihak Gereja Katolik yang telah mengadakan acara buka puasa bersama lintas iman dan kepercayaan ini. “Kita mulai dari hal-hal kecil seperti ini untuk membangun sikap toleransi antarumat beragama dan kepercayaan di Indonesia ini,” ujarnya.

Ketua Panitia Elisabeth Setyaningsih menjelaskan Buka Puasa Bersama Lintas Iman dan Kepercayaan ini merupakan yang kedua kali, dan diselenggarakan Tim Kerja Hubungan Antar Kepercayaan Paroki St Yohanes Rasul Pringwulung. Kegiatan ini bertujuan, menjalin silaturahmi antartokoh dan umat lintas agama di Kapanewon Depok.

Ia menambahkan, untuk mewujudkan kepedulian dalam hidup bermasyarakat, Paroki Pringwulung juga memberikan takjil ke empat masjid yang ada di sekitar gereja.

“Kami senang dan merasa terdukung Panewu Kapanewon Depok, Bapak Wawan Widiantoro berkenan hadir mendukung acara buka puasa bersama antartokoh agama dan kepercayaan yang ada di Kapanewon Depok ini,” tutur Elis. (Anton Sumarjana)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments