Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsHerry Gendut Janarto: Habis Biografi Terbitlah Novel

Herry Gendut Janarto: Habis Biografi Terbitlah Novel

bernasnews.com — Dalam dua tahun terakhir ini, ketika pandemi Covid-19 merajalela, ternyata pengarang Herry Gendut Janarto justru mampu memanfaatkan masa tidak menentu itu  untuk terus berkreasi, khususnya dalam penulisan novel. Setelah tahun lalu menerbitkan novel bertajuk Yogya Yogya, dalam waktu dekat ini, HGJ – begitu inisial dan panggilan akrabnya – bakal menerbitkan novel terbaru berjudul TJONG. Rupanya HGJ saat ini tengah menikmati fase baru sebagai pengarang novel sebab sebelumnya dia lebih banyak menulis buku biografi.

“Pendek kata, tengah bermetamorfosis. Ya, habis bigrafi terbitlah novel,” kata Herry Gendut dengan penuh semangat kepada bernasnews.com di Yogyakarta, Selasa (5/4/2022).

Sejak di bangku kuliah, HGJ memang berangan-angan untuk menulis  novel. Namun, angan-angan itu baru benar-benar terlaksana di tahun 2020, justru di tengah berkecamuknya pandemi Covid 19 di seantero permukaan bumi. Artinya, rentang penantian HGJ untuk boleh menimang sebuah novel karyanya, sangatlah panjang, sekitar 40 tahun.

Boleh dikata ini sebuah “prestasi” tersendiri: untuk senantiasa setia dan sabar menunggu sekaligus terus berupaya. Yogya Yogya merupakan novel pertama dari karya HGJ yang nantinya trilogi itu, secara menyeluruh, sedikit banyak bercerita tentang Kota Yogya(karta) dan sekitarnya, lebih-lebih dari ihwal sisi manusia dan kemanusiaannya.  

Selama dalam penantian yang panjang itulah, lulusan IKIP Sanata Dharma Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris 1982 ini telah menulis sejumlah buku non-novel, yaitu antara lain kisah kehidupan Teguh Srimulat – semacam biografi panggung — dengan judul Teguh Srimulat: Berpacu dalam Komedi dan Melodi (Gramedia Pustaka Utama, 1990). Itulah karyanya yang pertama.  

Selanjutnya dia terus gencar menulis buku, seperti misalnya Bagito: Trio Pengusaha Tawa (Grasindo, 1995); Teater Koma: Potret Tragedi dan Komedi Manusia (Indonesia) (Grasindo, 1997); Mien Uno: Menjadi Wanita Indonesia (Gramedia Pustaka Utama, 1999); Karlinah Umar Wirahadikusumah: Bukan Sekadar Istri Prajurit (Gramedia Pustaka Utama, 2000); Didik Nini Thowok: Menari Sampai Lahir Kembali (Sava Media, 2005); Suster Jacoba CB: Panggilan Suci sebagai Pendidik (Gong Grafis, 2008), dan juga Matiur M. Panggabean: Bunga Pansur dari Balige (Gramedia Pustaka Utama, 2010); F.X. Sri Martono: Unlocking the Hidden Talent (Gramedia Pustaka Utama, 2012).   

Saat ini HGJ lebih banyak mencurahkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk menulis karya sastra, seperti novel, cerita pendek, dan puisi. Ada juga yang menyebut karyanya sebagai karya jurnalistik sastrawi. Untuk itu, dia telah menerbitkan sebuah buku kumpulan cerita pendek Sang Presiden (Gramedia Pustaka Utama, 2003); dan sebuah buku kumpulan puisi, Gado Gado Kredo, 101 Puisi Humor  (KPG, 2016).

Setelah novel Yogya Yogya, menyusul kini dia persembahkan TJONG, (Gramedia Pustaka Utama, 2022), sebuah novel.  Perlu dicatat, novel TJONG berdiri sendiri, bukan bagian dari trilogi Yogya Yogya. Penulisan trilogi penyambung Yogya Yogya masih di dalam proses.

Dalam hidup ini, HGJ memiliki sebuah semboyan cukup unik: “Daripada mencelakakan atau melukai orang lain, lebih baik menertawakan kebodohan dan kekonyolan diri sendiri.” (mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments