Home News Heboh di Medsos, BLT Penanggulangan Covid-19 di Desa Lante Dipotong untuk Sambut...

Heboh di Medsos, BLT Penanggulangan Covid-19 di Desa Lante Dipotong untuk Sambut Bupati dan SKDP

1064
0
Surat Pj Kepala Desa Lante, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai Raya, Provinsi NTT, Jumat (12/6/2020). Foto : istmewa

BERNASNEWS.COM – Sepanjang hari Sabtu (13/6/2020) ini, viral di media sosial dan media online terkait adanya surat Pejabat (Pj) Kepala Desa Lante, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai Raya, Provinsi NTT, Fransiskus S Deman, tertanggal 12 Juni 202, terkait pemotongan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 100 ribu per KPM (kelompok penerima manfaat).

Dalam surat perihal pemberitahuan dan undangan kepada penerima BLT penanggulangan Covid-19 yang bersumber dari dana desa tahun anggaran 2020 itu disebutkan bahwa dari Rp 1.800.000 yang akan diterima kelompok penerima manfaat (KPM) untuk 3 bulan (April-Juni 2020), akan dipotong Rp 100.000 per KPM dalam rangka kunjungan bupati dan SPKD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) pada Jumat (12/6/2020).

“Berhubung dalam penyalurannya akan dihadiri oleh Bapak Bupati dan rombongan dari Kabupaten (SKPD), maka kami mohon sumbangan/partisipasi dari peserta KPM mengumpulkan sumbangan Rp 100.000/KPM dalam rangka kunjungan tersebut,” tulis Fransiskus S Deman, Pj Kepala Desa Lante, dalam surat tertanggal 12 Juni 2020, yang tersebar luas di media sosial dan media online termasuk Bernasnews.com, Sabtu (13/6/2020).

Fransiskus S Deman, Pj Kepala Desa Lante, yang dihubungi Bernasnews.com, baik melalui layanan pesan whatsapp maupun telepon langsung, Sabtu (13/6/2020), untuk mengonfrmasi kebenaran surat tersebut, hingga berita ini ditulis, belum merespon.

Sementara Bupati Manggarai Raya, Dr Deno Kamelus SH MH, kepada Edi Hardum, seorang wartawan di Jakarta, menjelaskan bahwa tidak ada pemotongan BLT sebesar Rp 100 ribu per PKM. Bahkan melalui camat, Bupati melarang pemotongan BLT tersebut.

Dalam surat yang juga diterma Bernasnews.com, Sabtu (13/6/2020), Frans S Deman mengundang warga penerima BLT yang namanya sudah terdaftar untuk datang ke Kantor Desa Lante, Jumat (12/6/2020) pukul 11.00-selesai.

Namun, adanya pemotongan Rp 100 ribu setiap PKM sepert tertulis dalam surat tersebut disayangkan dan dipersoalkan oleh sejumlah netizen. “Siapa yang salah? Kepala Desa Lante? Tidak! Dia adalah korban dari kerja politik yang kejam,” tulis, Heinrik Mansur, warga asal Desa Lante yang tinggal di Jakarta, dalam akun facebooknya, Sabtu (13/6/2020).

Heinrik pun mempertanyakan, apa pentingnya bupati harus ikut pembagian BLT? “Secara politis penting bagi incumbent karena pilkada tinggal 6 bulan lagi,” kata Heinrik Mansur.

Menanggapi status Heinrik Mansur di akun facebook tersebut, Edi Hardum mengatakan bahwa ia sudah menghubungi Bupati Manggarai Raya dan Bupati menjelaskan bahwa itu (pemotongan BLT, red) tidak ada. “Melalui Camat, bupati sudah melarang,” kata Edi Hardum mengomentari status Heinrik Mansur di akun facebooknya.

Sementara sejumlah warga penerima BLT di Desa Lante, seperti dikutip media online swarantt.net, protes ke Bupati Manggarai terkait dengan pemotongan dana bantuan tersebut, saat Bupati Manggarai sedang mengawal langsung pembagian dana BLT di Desa Lante, Jumat (12/6/2020).

Dan menurut seorang warga yang dikutip swarantt.net, dana tersebut akhirnya tidak jadi dipotong. “Tidak jadi potong karena Pak Bupati Manggarai larang untuk dipotong dari dana tersebut,” jelas salah satu warga yang enggan namanya ditulis. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here