Home Seni Budaya Hari Museum Nasional ke-6 & Hari Jadi ke-50 Barahmus DIY Dirayakan di...

Hari Museum Nasional ke-6 & Hari Jadi ke-50 Barahmus DIY Dirayakan di Jogja

78
0
Para pembicara Webinar Museum Internasional dalam peringatan Hari Museum Nasional ke-6 dan Hari Jadi ke-50 Barahmus DIY secara daring, Selasa 12 Oktober 2021. Foto: Dok Panitia

BERNASNEWS.COM – Kota Yogyakarta dipercaya sebagai lokasi penyelenggara Perayaan Hari Museum Nasional 2021. Acara yang digelar secara daring ini, menjadi acara puncak dari rangkaian acara peringatan 50 Tahun Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY, yang sudah berlangsung sejak 7 Agustus 2021 silam.

Digelar secara daring, peringatan Hari Museum Nasional ke-6 dan Hari Jadi ke-50 Barahmus DIY ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Ketua Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana dan Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo.

Pada kesempatan itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi mengingatkan bahwa kita jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karena sejarah adalah pembangun jati diri sebagai bangsa. “Bung Karno telah berpesan pada generasi penerus, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kita sebagai generasi muda harus ingat pesan itu, karena sejarah dan budaya merupakan pembangun jati diri Indonesia. Dan sebagai bangsa yang besar, sudah sepatutnya kita merawat warisan pendahulu kita. Salah satu caranya adalah melalui museum”, kata Nadiem.

Panitia FMY 2021 foto bersama pemain ketoprak ‘Prajnaparamita’ dalam peringatan Hari Museum Nasional ke-6 dan Hari Jadi ke-50 Barahmus DIY secara luring dan daring, Selasa 12 Oktober 2021. Foto: Dok Panitia

Mendikbudistek mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia memiliki 509 museum dan akan terus bertambah seiring tumbuhnya kesadaran akan pentingnya museum. “Semua sudah menyadari bahwa museum adalah sumber pengetahuan tentang asal-usul kita sebagai suatu bangsa dan sumber kekuatan kita untuk membangun masa depan,” kata Nadiem.

Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengapresiasi Barahmus DIY yang telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Festival Museum Yogya 2021. Sandiaga berharap ada adaptasi penerapan protokol kesehatan CHSE untuk destinasi pariwisata.

Selain itu, inovasi dengan mengembangkan jalur wisata tematik di destinasi super prioritas Borobudur dengan tema Edu-tour dengan melibatkan museum dan cagar budaya sebagai daya tarik unggulan sert penguatan narasi/ storytelling dan pemanfaatan teknologi dan kolaborasi pentahelix.

Acara peluncuran buku ‘Pancadasa Warsa Kencana Barahmus’ ditandai penyerahan buku oleh Ketua Tim Penyunting Dr Drs Hajar Pamadi MA.Hons didampingi Ketua Umum Panitia FMY 2021 GKR Bendara kepada Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo, selanjutnya diserahkan para pendukung buku Direktur Utama Otorita Borobudur Ir Endah Yuanita MM dan Kepala Museum Benteng Vredeburg Drs Suharja, diakhiri foto bersama. Foto: Dok Panitia

Sri Sultan Hamengkubowono X, Gubernur DIY yang juga merupakan tuan rumah penyelenggaraan acara puncak Hari Museum Nasional ke-6 dan Perayaan Ulang Tahun ke-50 Barahmus DIY mengatakan, bagi Provinsi DIY peringatan HMI memiliki nilai yang sangat strategis, terutama bila dikaitkan dengan salah satu poin dari resolusi pada HMI pertama yaitu membantu perkembangan kebudayaan baik dalam skala nasional maupun internasional.

“Momentum HMI kali ini juga harus menguatkan kesadaran dan komitmen kita bersama untuk mampu mengemas koleksi museum yang berasal dari masa silam, sehingga bisa jadi pelajaran untuk masa kini dan masa mendatang. Koleksi-koleksi museum juga tidak harus melulu berupa benda-benda kuno. Koleksi-koleksi terbaru juga perlu dipresentasikan sebagai bentuk inovasi dan kreativitas sehingga koleksinya terus berkembang dan relevan,” tambah Sri Sultan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno (tengah atas), Ketua Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana (tengah bawah), Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo (kiri atas) dan Ketua Panitia GKR Bendara dalam peringatan Hari Museum Nasional ke-6 dan Hari Jadi ke-50 Barahmus DIY secara daring, Selasa 12 Oktober 2021. Foto: Dok Panitia

Sementara Ketua Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana menyoroti bagaimana museum di Indonesia menghadapi tantangan yang sangat besar dua tahun belakangan.

“Dalam dua tahun terakhir, museum di Indonesia telah memperlihatkan ketangguhan menghadapi efek panjang pandemi. Museum memastikan tugas utama tetap berjalan: mengedukasi masyarakat dan untuk misi pelestarian telah memanfaatkan TI agar mudah diakses masyarakat” kata Putu.

Puncak acara Hari Museum Indonesia digelar sejak pagi hari, dimulai dengan Webinar Internasional yang diikuti secara antusias oleh lebih dari 650 peserta. Webinar ini menghadirkan pakar-pakar museum dan sejarah berskala nasional dan internasional seperti Paul Taylor dari Smithsonian Institution, Peter Lee dari peneliti dan kurator dari Singapura, Joanna Barrkmen dari Fowler Museum UCLA, Jos Van Beurden dari Freer University Amsterdam. Dari dalam negeri ada Sri Hartini dari Museum Nasional, Laretna Adisakti dari Universitas Gadjah Mada, Musiana Yudhawasthi dari Komunitas Jelajah, Ajeng Arainikasih dari Universitas Indonesia, dan Daniel Haryo Diningrat sebagai moderator.

Selain itu, ada pemutaran video untuk mengenang Tokoh Budaya & Permuseuman Bapak Soedarmadji Joan Henry Damais, pemutaran video profil Profil Moh Amir Sutaarga, Bapak Permuseuman Indonesia, dan peluncuran buku Pancadasa Warsa Kencana Barahmus yang diterbitkan dalam rangka 50 tahun usia Barahmus DIY. Sebagai penutup acara, digelar pagelaran ketoprak dengan lakon Prajna Paramitha.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Perayaan 50 tahun Barahmus GKR Bendara mengatakan bahwa rangkaian acara yang dijalankan selama dua bulan penuh mendapatkan animo yang cukup besar dari masyarakat. Bukan hanya di Yogyakarta, namun juga dalam skala nasional.

“Kami berharap, kegiatan yang telah berjalan dalam rangkaian kegiatan 50 Tahun Barahmus DIY ini bisa menghadirkan manfaat bagi museum-museum Indonesia. Momentum ini tepat untuk mengajak rekan-rekan permuseuman untuk bersama-sama repackaging culture, repackaging museum, karena tidak ada budaya dan sejarah yang kuno, hanya kemasannyalah butuh perubahan” kata GKR Bendara. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here