Home News Harapan Sang Penjahit untuk Mendapatkan Keadilan Pupus di Palu Hakim

Harapan Sang Penjahit untuk Mendapatkan Keadilan Pupus di Palu Hakim

278
0
Armiati (54), seorang penjahit yang juga janda beranak satu, warga Jambusari, mendengarkan putusan atas perkara praperadilan yang dipimpin hakim tunggal Satyawati Yun Irianti SH M.Hum di Pengadilan Negeri Sleman, Senin (19/10/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM –Harapan Armiati (54), seorang penjahit yang juga janda beranak satu, warga Perumahan Jambusari Indah Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman untuk mendapatkan keadilan pupus di palu hakim. Sebab, gugatan praperadilan yang diajukannya pada 24 September 2020 ditolak hakim tunggal Satyawati Yun Irianti SH M.Hum dalam putusan perkara praperadilan itu dalam sidang di Pengadilan Negeri Sleman, Senin (19/10/2020).

“Saya kecewa dengan putusan hakim. Mengapa bukti-bukti yang saya ajukan diabaikan, sedangkan bukti-bukti yang diajukan Termohon diterima padahal bukti-bukti tersebut bohong,” kata Armiati dengan nada menahan tangis kepada wartawan usai sidang putusan di PN Sleman, Senin (19/10/2020).

Dalam putusannya, Hakim Satyawati Yun Irianti memutuskan menolak gugatan praperadilan yang diajukan Pemohon karena Termohon, Kapolsek Depok Timur, sudah melakukan tugas sesuai UU tentang Kepolisian dan KUHAP. Sementara bukti-bukti yang diajukan Pemohon dianggap tidak sah karena diperoleh tanpa melalui prosedur yang benar sesuai UU ITE.

(Baca juga : Armiati, Penjahit dan Janda yang Berjuang Sendiri Mencari Keadilan)

Karena dalam perkara praperadilan tak ada banding, maka Armiati pun akan menempuh jalan lain untuk mendapatkan keadilan. “Kami sedang mengumpulkan dan menyiapkan berkas-berkas dan akan dikirimkan ke MA, KY dan Kompolnas. Kami masih penasaran dan mencarikan ‘jalan’ lain untuk mendapatkan keadilan,” kata J Hendro Martono, pendamping Armiati selama sidang praperadilan, kepada wartawan usai sidang.

Armiati (54), seorang penjahit yang juga janda beranak satu, warga Jambusari, mendengarkan putusan atas perkara praperadilan yang dipimpin hakim tunggal Satyawati Yun Irianti SH M.Hum di Pengadilan Negeri Sleman, Senin (19/10/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Seperti diberitakan sebelumnya, Armiati, warga Perumahan Jambusari Indah Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman mengajukan gugatan praperadilan kepada Kepala Polsek Depok Timur, wilayah Polres Sleman, Polda DIY, karena mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas Laporan Polisi Nomor: LP/64/II/2019/DIY/Res Slm/Sek.Depok Timur dengan delik Penipuan pasal 378 KUHP dan atau Penggelapan pasal 372 KUHP, tertanggal 18 Februari 2019. Laporan itu dilakukan Armiati terhadap CMS yang diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan. Dan dugaan penggelapan dan atau penipuan itu berawal dari utang piutang dengan CMS melalui teman baik Armiati berinisial RVD pada tahun 2014.

“Ada dua unsur pidana yang dilaporkan yakni tipu muslihat karena menggunakan bilyet giro dan rangkaian kebohongan akan mencairkan uang Rp 2,5 miliar namun semua itu tak ada realisasinya,” kata Armiati dalam kesimpulan perkara peradilan itu sebelumnya.

Sementara Termohon tetap bersikukuh bahwa perkara dengan Laporan Polisi Nomor: LP/64/II/2019/DIY/Res Slm/Sek.Depok Timur dengan delik Penipuan pasal 378 KUHP dan atau Penggelapan pasal 372 KUHP, tertanggal 18 Februari 2019, bukan kasus pidana tapi merupakan kasus utang-piutang yang wanprestasi sehingga bukan ranah Termohon untuk menangani kasus tersebut. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here