Home Pendidikan Harapan Baru dan Peluang Karir di Tengah Pandemi

Harapan Baru dan Peluang Karir di Tengah Pandemi

124
0
Webinar bertema ‘Meretas Peningkatan Karier dalam Masa Pandemi Panjang’ yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta. Foto: Tangkapan Layar

BERNASNEWS.COM — Banyak hal yang dapat dilakukan di tengah pandemi Covid-19, terutama berkaitan langsung dengan karir pribadi. Bukan halangan bagi kita untuk melakukan sesuatu yang dapat meningkatkan potensi diri dan kontribusi kita pada kehidupan. Demikian disampaikan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, MEc. Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) sebagai narasumber dalam webinar bertema ‘Meretas Peningkatan Karier dalam Masa Pandemi Panjang’ yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UWM.

Webinar dihadiri pimpinan FISIPOL, para dosen dan mahasiswa di lingkungan UWM. Narasumber lain yang juga memberikan paparan materi diantaranya Shulbi Muthi Sabila SP, SIKom, MIKom (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi), Puji Qomariyah, SSos, Msi (Dosen Prodi Sosiologi) dan Dr. Oktiva Anggraini, SIP, Msi (Dosen Prodi Administrasi Publik).

“Jangan sampai kita justru tereliminasi oleh pandemi, terutama karir kita. Work from Home (WfH) memungkinkan kita untuk mengikuti berbagai pelatihan maupun self educated baik formal, informal dan non formal,” ucap Prof Edy, Sabtu (15/8/2021).

Dikatakan, bahwa pandemi menyebabkan dampak negatif seperti menurunnya kualitas pendidikan karena sistem pendidikan bergeser menjadi daring,  industri tutup, gulung tikar, mengurangi pekerjaan, bahkan merumahkan pekerjanya. Pada sisi yang lain, dalam konteks ekonomi, tidak semua perekonomian hancur. Di tengah pandemi, ada sektor yang positif seperti farmasi, pertanian, telekomunikasi, dan beberapa sektor makanan minuman.

“Banyak yang bisa kita lakukan saat pandemi seperti menulis buku, mengikuti kursus, riset dengan secondary data, pelatihan, les dan lain sebagainya. Membangun karir di tengah pandemi harus dilakukan dengan memperbanyak dan menguatkan  jaringan,” papar Prof. Edy.

Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, MEc. Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta. (Foto Tangkapan Layar/ Humas UWM)

Dari perspektif Ilmu Komunikasi Shulbi menuturkan, pandemi memberikan peluang harapan baru bagi profesi komunikasi. Menjadi pekerja biasa tidak cukup untuk saat ini. Pekerja harus menguasai skill 4C yaitu Communication, Creativity, Critical Thinking, dan Collaboration.

“Ilmu komunikasi tidak hanya dibutuhkan di dunia media massa saja, namun juga juga dibutuhkan dalam praktek pemerintahan. Peluang besar juga terbuka di era yang serba digital ini. Problem komunikasi seperti buzzer yang merajalela harus disikapi oleh profesi komunikasi dengan menguatkan konten yang lebih positif,” beber Shulbi.

Dari sisi Sosiologi, Puji mengatakan, kultur digital dan kultur baru stay at home menjadi solusi di masa pandemi dan strategi beradaptasi. Banyak kalangan yang tidak mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini. Diantara kelompok sosial yang lebih sulit beradaptasi meliputi kalangan non digital netizen, kaum muda yang suka nongkrong atau sekedar kumpul-kumpul, warga di pemukiman padat dan masyarakat yang di wilayahnya belum pernah ada yang terpapar Covid-19 sehingga masih meragukan ada tidaknya Covid-19.

“Sosiologi mampu mendesain masa depan melalui Future Studies. Manusia makhluk yang tidak pernah puas, sehingga perlu pendekatan untuk melihat masa depan. Setidaknya ada  empat  pendekatan utama dalam Future Studies sebagaimana pandangan Markus Schulz,” terang Puji. Kemampuan sosial yang baik sangat penting dalam membina hubungan pertemanan, pekerjaan, hingga bisnis. Keahlian berjejaring akan banyak membuka peluang di masa depan.

Sementara, Oktiva sendiri membeberkan karir di masa pandemi harus didasari dengan perencanaan tentang kemungkinan seseorang meniti proses kenaikan pangkat, jabatan sesuai dengan kemampuan dan persyaratannya. Menurutnya program Merdeka Belajar menjadi salah satu solusi di era new normal yang dapat berdampak pada karir seseorang.

“Solusi lain yang juga dapat menjawab persoalan dan memberikan pandangan tentang karir yaitu adanya program beasiswa, penyelenggaraan pembelajaran virtual di level UMKM, dan penyaluran kredit UMKM maupun start up,” terang Dosen Prodi Administrasi Publik UWM itu. (Nuning)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here