Home News HAN 2019: Pendampingan Anak Harus Lebih Ditingkatkan

HAN 2019: Pendampingan Anak Harus Lebih Ditingkatkan

274
0
REPRO: The Nelson Daily

BERNASNEWS.COM — Indonesia masih dihantui persoalan anak yang rentan menjadi korban pelanggaran hak anak dan kekerasan. Berbagai isu kekerasan pada anak muncul seakan tidak ada habisnya. Bisa terjadi di setiap lokasi, semua  tempat seakan bukan arena yang ramah anak, bahkan untuk tempat yang dianggap aman seperti rumah dan sekolah. Jika isu kekerasan mencuat, yang selalu jadi pertanyaan adalah “kemanakah orang dewasa yang harusnya melindungi anak?”

Orang dewasa dipandang punya tanggung jawab mengayomi anak yang baru belajar. Anak terkadang diperlakukan sebagai “orang dewasa mini” yang bisa diawasi sambil lepas tangan. Maka jangan salahkan apabila anak tak bisa melindungi diri sendiri dan jadi sasaran empuk pelaku kekerasan.

Oleh sebab itu, orang dewasa sudah seharusnya mendampingi setiap proses yang dilakukan oleh anak, sehingga anak akan merasa aman dan bisa mendapat perlindungan. Inilah yang ditekankan pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019.

“Orang dewasa perlu ingat, bahwa mereka hanya anak-anak. Perlu dibimbing, perlu diarahkan, tidak dibiarkan,” ungkap Frengky kepala SD Budi Utama, saat ditemui Bernasnews.com, Selasa (23/07/ 2019).

Pendampingan dan pengarahan bukan semata untuk menjaga agar anak tetap berada dalam zona aman, melainkan juga agar setiap perkembangannya optimal teramati dengan baik. Sikap abai orang dewasa membuat mereka melewatkan tahap perkembangan anak. Maka tak heran jika mereka sering tidak tahu-menahu soal anak sudah tumbuh seperti apa.

“Banyak sekali orang dewasa yang membiarkan anak sehingga kita tidak dapatkan istilahnya dalam optimal perkembangan mereka. Perkembangan emosi, intelektual, sosial, spiritual,” kata Frengky.

Lebih lanjut, Ferengky mengatakan, yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar di momen HAN 2019 ini, orang dewasa perlu mendampingi dan mengajari anak. Anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua saja. Orang tua memang secara otomatis memiliki tanggung jawab dalam mengasuh anak sejak mereka dilahirkan dan sudah seharusnya orang dewasa yang berada dalam lingkungan sekitar anak juga memiliki kepekaan yang sama.

Frengky menambahkan, bahwa anak memang pada akhirnya akan tumbuh dan berkembang menjadi orang dewasa. Tapi jangan lantas mempersiapkan mereka dengan memperlakukan layaknya ‘orang dewasa mini’ yang tidak perlu arahan dan bimbingan untuk tumbuh. Jika anak tumbuh tanpa kedua hal tersebut, bisa dipastikan anak menjadi orang dewasa seperti cangkang kosong.

“Orang dewasa sekitarnya salah satunya orang tua, guru, siapa pun yang ada di sekitar. Kita harus peduli pada mereka (anak). Ibarat kata ya mereka mereka memang tumbuh nanti sebagai remaja dan orang dewasa tetapi isinya kosong,” imbuhnya. (Feva)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here