Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeNewsHadiri Silaturahmi Pengurus LPMK, Pj Walikota Jogja Ingatkan Kembali Jam Malam Anak

Hadiri Silaturahmi Pengurus LPMK, Pj Walikota Jogja Ingatkan Kembali Jam Malam Anak

bernasnews.com — Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) adalah garda terdepan dalam pembangunan di Kota Yogyakarta, karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Demikian disampaikan Pj Walikota Yogyakarta Sumadi saat menghadiri silaturahmi dengan pengurus LPMK se Kota Yogyakarta, di Lumbung Mataram, Selasa (2/7/2022).

Selain mengaprisiasi atas kerja sama antar LPMK dengan Pemerintah Kota Yogyakarta yang telah berjalan dengan baik. Menurut dia, bahwa kinerja LPMK dapat dilihat dari kemajuan pembangunan partisipatif di kelurahan-kelurahan, yang ditandai beragamnya kegiatan di masyarakat baik pembangunan fisik maupun non fisik.

“Beragam masalah yang muncul di masing-masing kelurahan mulai dari kemiskinan hingga sarana prasarana fasilitas umum telah berhasil dicarikan solusinya secara bersama antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan LPMK,” ungkap Sumadi, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Sumadi juga mengingatkan kembali terkait permasalahan kejahatan jalanan yang melibatkan anak dibawah umur, Sementara Pemkot Yogyakarta telah menerbitkan Peraturan Walikota (Perwal) No. 49 tahun 2022 tentang jam malam anak pada bulan April 2022. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengantisipasi anak terlibat dalam kasus kejahatan jalanan dan peran orang tua ditekankan dalam menjaga anak di luar lingkungan sekolah.

“Jam malam anak ditujukan untuk memberikan perlindungan anak dari aktivitas yang berpotensi membahayakan fisik, mental, dan kesejahteraan sosial emosi termasuk kegiatan yang mengarah pada tindakan kriminal,” kata dia.

Seperti telah diketahui, bahwa dalam Perwal tersebut dijelaskan anak yang berusia dibawah 18 tahun tidak diperbolehkan keluar pada jam 22:00 WIB sampai 04:00 WIB, selain kegiatan yang positif dan mendapat pendampingan dari orang dewasa. Dengan berada di rumah, diharapkan hubungan dan komunikasi antara orang tua dan anak berjalan lebih baik dan terbuka sehingga anak memperoleh perlindungan yang baik.

“Jika didapati masih ada anak berada di luar rumah lebih dari pukul 22:00 WIB dan dinilai melakukan kegiatan yang tidak jelas, maka dapat dikenakan sanksi berupa teguran lisan, tertulis hingga pembinaan di balai rehabilitasi yang ditunjuk,” tegas Pj Walikota Yogyakarta Sumadi. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments