Home Pendidikan Guru yang Menyenangkan adalah Guru yang Menulis

Guru yang Menyenangkan adalah Guru yang Menulis

123
0
Para peserta zoom meeting Kelas Fasilitator Pengajar # 6 Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) bertajuk “Literasi Menulis” dengan narasumber Pegiat Literasi Y.B. Margantoro foto bersama, Minggu (12/12/2021). Foto : Kiriman Y.B. Margantoro

BERNASNEWS.COM – Guru-guru yang tergabung dalam Komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) memiliki komitmen untuk mewujudkan sekolah menyenangkan, kegiatan belajar dan mengajar yang menyenangkan dan menekuni literasi yang menyenangkan.

Untuk itu, mereka sepakat untuk terus belajar dan berkarya literasi bersama dengan menekankan etika bermedia. Hal ini sejalan dengan semangat GSM yakni Berubah, Berbagi dan Kolaboras

“Guru yang menyenangkan adalah guru yang mau dan mampu menulis. Mau menekuni literasi sekolah yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari gerakan sekolah menyenangkan. Sebab dengan menulis, selain dapat memberikan pengajaran, pendidikan, dan nilai-nilai keutamaan hidup, juga turut melestarikan peradaban,” kata narasumber Pegiat Literasi Y.B. Margantoro pada zoom meeting Kelas Fasilitator Pengajar #6 GSM bertajuk “Literasi Menulis”, Minggu (12/12/2021).

Flyer zoom meeting GSM

Zoom meeting yang merupakan program pengembangan sekolah dasar (SD) menyenangkan ini dipandu oleh moderator Khoiry Nuria W, M.Pd dan Lily Halim, S.Pd. Kegiatan ini diikuti 20-an guru dari DIY, luar kota dan luar pulau. Kegiatan diawali dengan menebak kalimat peribahasa dari “bahasa gerak mulut”, juga diisi dengan ungkapan kalimat berlanjut dari kata “literasi”.

Dari moderator Khoiry Nuria W disampaikan dua pantun sebagai berikut ;

            Makan nasi di pinggir kali/ Ada ikan menari-nari/ Yuuk kita belajar berliterasi/ Berkreasi ekspresikan diri.

            Buah duku buah manggis/ Ada yang masam dan manis/ Jangan sedih dan menangis/ Ayo sekarang kita mulai menulis.

Pada kesempatan dialog, terungkap hasrat dan semangat yang tinggi dari peserta zoom meeting GSM ini untuk memulai dan terus menulis. Ada guru yang belum berani menulis, namun ingin sekali menulis, Ada guru yang pernah menulis di masa lalu dan ingin kembali semangat menulis. Mereka bertanya mulai dari trik untuk mulai menulis dan menjaga konsistensi menulis. Mereka ingin terus belajar dan berkarya tulis melalui lembaga kelas menulis yang akan dbentuk kemudian. Dalam waktu dekat, mereka sepakat menulis bersama karya buku bertajuk “Gado-gado Literasi Menyenangkan”. Isinya karya tulis guru sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

Narasumber mengapresiasi dan mendukung para guru berkomitmen menekuni literasi, meski didera aneka kesibukan di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Dia berpesan, apapun platform yang dipilih guru dalam berkarya literasi tetap harus memperhatikan asas etika dengan penuh kesadaran, integritas, tanggungjawab dan kebajikan.

“Sekali menjadi guru hendaklah terus menjadi guru. Demikian pula, sekali menjadi penulis hendaknya terus berkarya tulis,” kata Y.B. Margantoro. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here