Home Olahraga Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo Raih Juara Kejuaraan Catur

Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo Raih Juara Kejuaraan Catur

188
0
Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo Drs Sutanto (kiri) menerima hadiah yang disampaikan Ketua Bapor Kemenag Kulon Progo Drs Parjiyo MA setelah meraih juara kejuaraan catur dalam rangka HAB ke-74 Kemenag di Aula Menoreh Kemenag Kulon Progo, Kamis (19/12/2019). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Meski sehari-hari bergelut di bidang mata pelajaran seni budaya, namun Guru MTsN 6 Kulon Progo Drs Sutanto juga berprestasi dalam bidang olahraga, khususnya olahraga catur. Kali ini, ia tampil sebagai juara dalam pertandingan catur dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti (HAB) ke-74 di Aula Menoreh Kemenag Kulon Progo, Kamis (19/12/2019).

Sutanto berhasil meraih juara setelah sampai akhir pertandingan memimpin dengan poin 5. Sedangkan peringkat 2-4 adalah Warsito (MAN 2), Purwanto (KUA Pengasih), Sidik S (Umum).

Dalam pertandingan yang diikuti 20 peserta menggunakan sistim swiss catur cepat 20 menitan dipimpin wasit Moh Wahyu dan Sunarno tersebut, Guru Seni Budaya ini mengalahkan Endah Sayuti (MAN 2), Muh Farhan (MAN 1), Suwardi (KUA Pengasih), Warskito (MAN 2) dan Sidik S (umum).

Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo Drs Sutanto (kana) saat mengikuti pertandingan babak ke-5 menundukkan Sidik S (umum) di meja pertama pertandingan catur dalam rangka HAB ke-74 Kemenag di Aula Menoreh Kemenag Kulon Progo, Kamis (19/12/2019). Foto : Istimewa

Saat membuka pertandingan, Kepala Kankemenag Kulon Progo H Ahmad Fauzi SH mengatakan, Kankemenag Kulon Progo menggelar berbagai pertandingan olahraga, di antaranya catur, dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti (HAB) ke-74. Menurut Ahmad Fauzi, catur tidak hanya olahraga fisik semata namun juga olah pikir. Implementasinya dalam bekerja, harus cermat dan penuh perhitungan.

“Dalam bermain catur setiap langkah diperhitungkan sampai 3, 4 bahkan 10 langkah berikutnya. Implementasinya dalam bekerja,  kita perlu berpikir cermat sebelum melakukan suatu pekerjaan. Misalnya, dalam pemberian bantuan sosial di suatu panti, perlu dipikirkan bagaimana memilih sasaran yang tepat,” ikata Fauzi.

Selain itu, dalam catur olah pikir lebih banyak dibutuhkan, di samping olah fisik. “Meski ada yang menganggap bahwa catur hal yang sia-sia dan membuang waktu, namun sesungguhnya banyak manfaat yang bisa diambil. Ada fungsi hikmah yang bisa dianalogikan dalam rangka pelayanan masyarakat,” terangnya.

Kepala Kankemenag Kulon Progo, H Ahmad Fauz, SH (kiri) saat memberi sambutan dan membuka pertandingan catur, Kamis (19/12/2019) di aula Menoreh. Foto : Sutanto

“Bila dalam olahraga lain ada kontak fisik yang mengakibatkan perselisihan,  semoga di catur tidak terjadi,” harap Fauzi mengakhiri sambutan.

Usai pertandingan hadiah bagi peringkat 4 besar langsung diberikan oleh Ketua Bapor Kemenag Kulon Progo Drs Parjiyo MA.

Salahsatu pengurus Pengkab Percasi Kulon Progo Jumariyanto mengapresiasi digelarnya pertandingan catur di Kemenag, melihat antusiasme peserta dirinya yakin Kemenag akan berjaya di arena pertandingan catur antar instansi di Kulon Progo. “Melihat potensi yang ada di Kemenag terutama dari hasil pertandingan, apabila dibina secara intens Klub Kemenag akan menjadi jawara di catur antar instansi,” kata Jumar. (lip)

  1.  



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here