Home Opini Guru, Pelita dalam Kegelapan

Guru, Pelita dalam Kegelapan

40
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – SEPOTONG lirik lagu yang cukup dikenal oleh umum, khususnya mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan, seperti berikut ini : Engkau sebagai pelita dalam kegelapan. Cuplikan lirik lagu tersebut pada dasarnya adalah sebuah persembahan lagu yang diberikan kepada para guru yang selama ini dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Mengapa demikian? Karena disadari sepenuhnya bahwa siapa pun yang sekarang ini menjadi tokoh-tokoh di bidang apa pun, mereka pada prinsipnya telah mendapatkan warisan berupa ilmu pengetahuan yang telah diberikan atau diwariskan oleh para gurunya, yang dengan tekun mendidiknya.

Topik di atas penulis ungkapkan karena pada tanggal 25 November di Indonesia selalu diperingati sebagai Hari Guru, yang pada intinya memberikan apresiasi kepada kelompok guru atas jasa-jasanya yang telah diberikan kepada para anak didiknya, sehingga anak didik menjadi seseorang yang akan tampil sebagai figur pemimpin dalam bidang tertentu, yang selanjutnya akan mampu membawa masyarakat di sekitarnya menjadi sebuah masyarakat yang berkualitas.

Peran guru dalam masyarakat

Tidak dapat disangkal lagi bahwa kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu perkembangannya sangat tergantung bagaimana pengetahuan masyarakat tersebut mengalami perubahan yang semakin baik. Tentu saja hal ini juga sangat tergantung dari bagaimana tokoh masyarakat yang menjadi pemimpinnya di lingkungan masyarakat itu sendiri, dimana kemampuan dan pengetahuan tokoh tersebut tentu saja berasal dari hasil didikan seorang guru, ketika mereka menjalani pendidikan formal di sekolah masing-masing.

Dari penjelasan tersebut nampak secara tegas membuktikan bahwa figur seorang guru mempunyai peran yang sangat penting dalam rangka menyiapkan generasi penerus, yang akan mengisi kemerdekaan di bumi ini. Terlepas dari adanya peristiwa tertentu yang kadangkala mencoreng lingkup pendidikan, misal dengan adanya pelecehan seksual oknum guru terhadap anak didiknya atau pun bentuk kekerasan lain dari oknum guru terhadap anak didiknya, namun secara garis besar, bila semua berjalan sesuai dengan rel yang ada, tentu saja guru mempunyai peran sentral dalam mendidik dan mengajar para murid atau anak didiknya sedemikian rupa, sehingga nantinya anak didik menjadi seseorang yang akan mempunyai kemampuan dan ketrampilan yang akan dapat digunakan sebagai bekal di kemudian hari, dalam upaya menyelenggarakan berbangsa dan berbudaya di bumi ini.

Maka menjadi sesuatu yang sangat tepat sekali kalau lirik lagu di atas selalu diingat oleh para peserta didik di mana pun mereka berada, bahwa apa yang dapat mereka lakukan sekarang ini, adalah hasil jerih payah seorang guru yang telah mewariskan ilmunya kepada anak didik. Sehingga tidak salah kalau figur guru kemudian dianggap sebagai sebuah pelita yang akan memberi pencerahan atau penerangan di dalam kegelapan, sehingga anak didik tidak akan mengalami keterpurukan menghadapi hiruk pikuknya dunia ini dengan berbagai permasalahannya.

Tantangan pendidikan di masa pandemi

Tidak dapat disangkal bahwa sampai dengan saat ini adanya pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Hal ini nampaknya merupakan suatu tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan karena harus berani melakukan perubahan yang sangat fundamental, yakni melakukan perubahan dari pendidikan tatap muka (PTM) menjadi pendidikan dalam bentuk on-line atau lebih dikenal dengan metode daring (dalam jaringan).

Sehingga dengan metode ini tidak ada bentuk pendidikan yang bentuknya klasikal atau pertemuan di kelas antara guru dengan anak didik namun diubah dengan bentuk penididikan jarak jauh. Sehingga mau tidak mau kepada para guru maupun anak didik dituntut kemampuannya untuk menggunakan teknologi informasi lewat media internet, sesuai dengan tuntutan dan juga aturan pemerintah dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, yang mewajibkan tidak adanya pembelajaran tatap muka di kelas, karena dikhawatirkan terjadinya penularan Covid 19, yang harus dicegah supaya tidak terjadi pembengkakan kasus ini.

Untuk itu menjadi tidak salah kalau kemudian di kalangan para pendidik atau guru dituntut adanya kreativitas dan inovasi yang dapat dilakukan guna mengantisipasi situasi pandemi ini, yakni menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) lewat media internet. Namun yang jelas bagaimana cara tersebut ditempuh, agar para peserta didik ttidak mengalami kejenuhan maupun kebosanan, misalnya dengan dibuat film pendek terkait dengan materi yang disampaikan guru, ataupun bisa pula dengan permainan peran atau dikenal dengan istilah asingnya role playing.

Sehingga dengan metode seperti disebutkan pembelajaran akan menjadi lebih menarik peserta didik, yang akhirnya dapat mengurangi tingkat kebosanan peserta didik,  dan yang jelas bila peserta didik senang menerima hal tersebut niscaya ilmu yang disampaikan guru atau pendidik akan dapat diserap oleh anak didik mereka. Namun yang jelas itu semua menuntut adanya inovasi dan kreativitas pendidik sedemikian rupa dengan menggunakan teknologi yang berkembang saat ini dengan pesatnya.

Maka tidak salah kalau kemudian setiap guru disyaratkan harus mampu mengantisipasi perkembangan teknologi informasi yang ada, apalagi sekarang telah melewati revolusi industri 4.0. Lebih lanjut dapat pula dilakukan oleh para pendidik lewat komunitas mereka, seperti guru kelompok ilmu pengetahuan alam atau IPA, atau pun kelompok lainnya, dengan cara mereka melakukan kolaborasi dalam pembelajaran tersebut terkait dengan mata pelajaran tertentu

Dengan demikian maka akhirnya semua pihak , yakni semua peserta didik akan semakin menyadari kebutuhan mereka dengan hadirnya seorang guru dalam upaya terjadinya transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge). Sehingga dengan hal seperti itu peran guru menjadi suatu kebutuhan yang mendasar dalam mencerdaskan kehiduopan bangsa ini, sehingga tidak salah kalau kemudian kita semua tetap menyebutkan : Guru, pelita dalam kegelapan bagi setiap insan manusia. Semoga. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here