Home Pendidikan Guru Juga Peduli pada Pengembangan Literasi Masyarakat

Guru Juga Peduli pada Pengembangan Literasi Masyarakat

183
0
Sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), SMP Negeri 3 Mlati, Sleman, DIY memiliki majalah dinding Pojok Kependudukan untuk edukasi kependudukan kepada warga sekolah. Kepala SMP Negeri 3 Dra Nurdihayati, MPd. (tengah) dan staf berdiri di depan Pojok Kependudukan ini. Foto : YB Margantoro

BERNASNEWS.COM – Guru-guru di SMP Negeri 3 Mlati, Sleman, DIY tidak hanya menekuni karya literasi sekolah namun juga peduli terhadap pengembangan literasi masyarakat dan literasi keluarga. Hal ini mengingat para pendidik berasal dari keluarga dan berada di masyarakat umum sehingga tetap harus melaksanakan fungsi kependidikan di mana pun dengan baik.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi kelompok Safari Literasi Guru 2021 di SMP Negeri 3 Mlati, Gedongan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, DIY, Sabtu (4/12/2021). Kelompok literasi masyarakat dipimpin oleh Dra Nurhidayati MPd dengan juru bicara Wariyah MPd. Kemudian kelompok literasi keluarga dipimpin Mujiyono SPd sekaligus sebagai juru bicara. Sedangkan kelompok literasi sekolah dipimpin Th Widyaningsih sekaligus juru bicara.

Dalam diskusi kelompok yang dipandu narasumber Pegiat Literasi YB Margantoro ini, peserta diskusi juga membahas dan merencanakan menulis surat pembaca untuk dikirimkan ke media massa. Narasumber berharap, para pendidik memiliki kesadaran bermedia dan berliterasi serta mampu mempraktekkannya agar menjadi teladan bagi para siswa.

Kepala SMP Negeri 3 Mlati Dra Nurhidayati MPd menyatakan gembira atas semangat dan komitmen para guru dan karyawan setempat dalam proses belajar dan berkarya bersama di bidang literasi ini. Semangat dan karya guru dan karyawan pasti akan menular pada para siswa didik untuk bersama-sama mensukseskan literasi sekolah.

Membuat perpustakaan dusun

Juru bicara kelompok literasi masyarakat Wariyah MPd mengungkapkan upaya pemberdayaan perpustakaan dusun pada era pandemi di Dusun Kandangan, Margodadi, Seyegan, Sleman. Upaya ini dilakukan berlatar belakang keprihatinan orangtua terhadap pemanfaatan handphone pada anak-anak usia sekolah yang tidak sesuai dengan fungsinya. Maka solusi yang dilakukan adalah membuat perpustakaan dusun.

Suasana diskusi tim literasi masyarakat pada Safari Literasi Guru di SMP Negeri 3 Mlati, Gedongan, Tirtoadi,. Mlati, Sleman, DIY, Sabtu (4/12/2021). Kelompok lain dalam diskusi ini membahas literasi keluarga dan literasi sekolah. Foto : YB Margantoro

“Untuk membuat perpustakaan dusun itu, pemuda mengumpulkan buku-buku pelajaran yang sudah tidak terpakai. Kemudian memanfaatkan berbagai bentuk permainan tradisional untuk menarik minat anak-anak agar mau berkumpul, mengelompokkan mereka sesuai dengan usia dan membuat jadwal pertemuan anak dan pendamping. Untuk hari biasa pada sore hari, dan hari libur dari pagi. Penggerak perpustakaan dusun ini kebetulan guru di SMP Negeri 3 Mlati,” kata Wariyah, MPd yang diikuti tepuk tangan apresiasi peserta diskusi.

Tim literasi masyarakat ini terdiri dari Dra Nurhidayati MPd., Hj Titin Fatimah MPd, Rakhmadani Akbar K SPd, Ahmad Nugroho S.Kom, Dwi Nurcahyo Wibowo SPd., Destyari Adityarini Ika Putri SPd dan Wariyah MPd.

Edukasi media digital      

Tim literasi keluarga yang terdiri dari Mujiyono, SPd., Mariana Mujariah, SPd., Drs Supartinah, Drs Suparna, Ch. Isnaeni Martanti, SPd., Swasti Ratri Eni L., SPd., dan Sri Rahayu Ismarwanti, SPd. berpendapat, literasi di lingkungan keluarga secara umum sudah baik. Hanya masalahnya, sekarang media yang banyak digunakan adalah media sosial yang “bebas”. Orangtua dan anggota keluarga harus mengedukasi diri terhadap keberadaan media digital agar dapat memilah dan memilih media digital yang positif.

“Agar pelaksanaan literasi keluarga berjalan dengan baik, perlu peran orangtua sebagai pengendali. Dengan demikian, literasi keluarga dapat berlangsung sesuai dengan tujuan literasi nasional,” kata juru bicara Mujiyono SPd.

Juru bicara tim literasi sekolah Th Widyaningsih SPd mengatakan, kegiatan gerakan literasi sekolah (GLS) di SMP Negeri 3 Mlati dapat dilaksanakan seiring dengan kurikulum yang berlaku di sekolah. Sementara itu, subyek GLS bukan hanya menitikberatkan pada siswa melainkan juga guru sebagai fasilitator. Terlebih lagi, siswa saat ini memiliki akses yang sangat luas pada sumber informasi.

“Literasi digital penting dilaksanakan sebagai upaya melawan konten yang negatif dengan menumbuhkan konten positif sehingga para siswa dapat memanfaatkan teknologi dan informasi komunikasi (TIK) untuk pembelajaran dan pendidikan,” kata dia.

Tim literasi sekolah ini beranggotakan Khasah Astuti SPd, Y Bambang Haryanto SPd, Shinta Dewi SPd, Aprilia Miftahurohmah SPd, Heni Novita Gesti SPd, Ina Ismi Fatmawati SPd dan Th Widyaningsih SPd. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here