Wednesday, May 18, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsGuru di Sleman Diajak Pahami Kurikulum Merdeka

Guru di Sleman Diajak Pahami Kurikulum Merdeka

bernasnews – Pandemi corona memberikan dampak yang cukup signifikan di dunia pendidikan. KBM Online membuat para guru dan murid harus menyesuaikan diri.

Guru sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), memiliki posisi yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran, karena fungsi utama sebagai pengajar adalah, merancang, mengelola, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Guru mempunyai peranan sangat penting dalam keseluruhan upaya pendidikan.

“Peran guru mencakup hampir semua usaha pembaruan termasuk dalam pemahaman terhadap kurikulum dan metode mengajar,” ujar CB. Ismulyadi, Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.

Sebanyak 40 guru diajak untuk memahami dan mendalami Kurikulum Merdeka. Ini menjadi salah satu upaya untuk memulihkan proses pembelajaran yang terdampak pandemi.

Pembinaan Guru PAK dan Budi Pekerti soal Kurikulum Prototipe dan AKM di Kantor Kemenag Sleman. (Foto: istimewa)

“Melalui Kurikulum Prototipe atau Kurikulum Merdeka, guru mempunyai peran untuk melakukan pemulihan pembelajaran sebagai akibat dari pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan kemunduran proses akademik, pengetahuan, dan keterampilan, baik itu secara umum maupun spesifik (learning loss),” lanjut CB. Ismulyadi.

Kurikulum Merdeka mengusung konsep di mana siswa bisa mendalami bakat dan minatnya masing-masing. Selain itu, anak juga tidak dipaksa untuk mempelajari hal yang tidak mereka sukai.

“Misalnya, jika dua anak dalam satu keluarga memiliki minat yang berbeda, maka tolok ukur yang dipakai untuk menilai tidak sama. Kemudian anak juga tidak bisa dipaksakan mempelajari suatu hal yang tidak disukai. Kurikulum Prototipe akan memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah,” jelas FX. Dapiyanta, dosen Program Studi “Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik” (IPPAK) USD.

Lebih lanjut, ada 3 hal pokok dalam kurikulum ini yaitu pengembangan soft skills dan karakter, fokus pada materi esensial, dan fleksibilitas bagi guru untuk lakukan pembelajaran yang sesuai kemampuan murid.

“Pertemuan ini sangat menarik. Pembicara sungguh kompeten sehingga peserta antusias. Para guru mengetahui Kurikulum Merdeka, tetapi juga dapat memberikan catatan kritis dalam tahap pelaksaan di tingkat sekolah,” tutur YD Sardiyanta, Ketua KKG Pendidikan Agama Katolik “Santo Paulus” Kabupaten Sleman.

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments