Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeNewsGuru dan Karyawan SMP Negeri 9 Yogyakarta Siap Berkarya Literasi

Guru dan Karyawan SMP Negeri 9 Yogyakarta Siap Berkarya Literasi

bernasnews.com – Para guru dan karyawan Sekolah Menengah Pertama Negeri  (SMP N) 9 Yogyakarta menyatakan siap berkarya literasi baik di media massa maupun buku. Untuk itu, mereka perlu pendampingan dan menjaga semangat agar komitmen itu tetap terjaga dan pada akhirnya menghasilkan karya tulis.

“Saya mengajak bapak ibu guru dan karyawan SMP Negeri 9 Yogyakarta, baik yang Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN, agar  semangat dalam berliterasi. Juga bagi guru yang mau purna tugas, dan apalagi yang mengabdi lebih lama, agar menekuni literasi supaya jadi keteladanan siswa didik. Literasi penting bukan hanya bagi pendidikan, namun juga bagi kehidupan,” kata Kepala SMP Negeri 9 Yogyakarta Drs Sugiharjo, M.Pd. ketika membuka Safari Literasi Guru di laboratorium IPA sekolah setempat, Jalan Ngesksigondo 30 Kotagede, Yogyakarta, Rabu (2/3/2022).

Narasumber Y.B. Margantoro berharap para guru dan karyawan mulai memanfaatkan berbagai referensi yang dimiliki sekolah, ketertarikan atau hobi di bidang tertentu, atau tugas fungsi masing-masing sebagai bekal awal dalam menulis.  Juga momentum teragenda dalam dan luar negeri dapat dimanfaatkan sebagai pemantik ide untuk menulis.

“Memulai menulis dan menjaga konsistensi menulis memang tidak mudah. Namun dengan semangat baru dan menyadari posisi masing-masing sebagai warga sekolah, para guru dan karyawan agar senang dan memulai berkarya literasi,” kata pegiat literasi ini.

Selain penyampaian materi dan diskusi, peserta safari literasi diajak untuk praktek menulis secara langsung. Mereka cukup antusias menuliskan pengalaman empirik asyiknya mengajar sesuai mata pelajaran  (mapel) atau sesuai tugas fungsi mereka.

Kepala SMP Negeri 9 Yogyakarta Drs Sugiharjo, M.Pd. menerima Majalah Literasi Guru dari narasumber Y.B. Margantoro di Laboratorium IPA SMP Negeri 9, Jalan Ngeksigondo 30 Kotagede, Yogyakarta, Rabu (2/3/2022). (Foto : Istimewa).

Harus diwujudkan

Guru mapel prakarya Wilastri Winarsih, SPd mengatakan, mapel prakarya merupakan pelajaran yang mengutarakan hasil suatu karya. Pemikiran, tulisan dan desain hanyalah suatu awal. Itu sebuah rencana yang tidak akan terwujud jika tidak dipraktekkan. Tidak ada karya jika tidak dibuat.

“Semua itu perlu kecerdasan, keterampilan, kesungguhan agar menghasilkan karya yang nyata, sesuai dengan yang diharapkan. Tugas guru dapat mendampingi dan sekaligus menggiring agar siswa dapat mencapai hasil sesuai kompetensi siswa. Dari sebelas mata pelajaran yang diberikan kepada siswa, diharapkan mapel prakarya dapat membekali siswa bagi masa depannya,” kata dia.

Menurut Wilastri, bahkan dia menyiapkan lagu Gambang Suling untuk mengiringi proses penciptaan prakarya itu :

Mari kita belajar prakarya / Materinya sangat menyenangkan / Ada aspek kerajinan / Rekayasa budidaya / Ada juga aspek pengolahan / Ayo kita mau pilih yang mana sesuaikan kompetensi kita / Semua akan berguna asal semangat / Menekuninya / Siapa tahu kelak kan berguna / Bagi masa depan siswa semua.

Guru mapel llmu Pengetahuan Sosial (IPS) Sumarjo, MPd. mengatakan, penerapan model belajar “Paikem Gembrot” sebagai upaya menjadikan mapel ini mengasyikkan.  Dalam penerapan, model mapel ini didesainpembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, menyenangkan, gembira dan berbobot.

“Model belajar ini pada intinya adalah berpusat pada siswa atau student centered. Siswa tidak sekadar sebagai obyek penderita selama proses belajar, namun kita jadikan siswa sebagai subyek dalam pembelajaran,” kata dia. (mar)   

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments