Home News Guru Besar Fisipol UGM Cornelis Lay Meninggal Dunia

Guru Besar Fisipol UGM Cornelis Lay Meninggal Dunia

316
0
Guru Besar Fisipol UGM Prof Dr Cornelis Lay MA (tengah) bersama Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang juga mantan Pemred Harian Kompas Rikard Bagun (kiri) dan Kepala Pusat Perancangan Undang-Undang Badan Keahlian DPR RI Dr Inosensius Samsu SH M.Hum (kanan) saat menghadiri pernikahan putri Advokat Senior Jeremias Lemek SH di Grha Sabha Pramana UGM, Februari 2020. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Guru Besar Fisipol UGM Prof Dr Cornelis Lay MA meninggal dunia di RS Panti Rapih, Rabu (5/8/2020) pukul 04.05 WIB. Sampai berita ini diturunkan, jenasah Prof Cornelis Lay yang berusia 61 tahun masih terbaring di Ruang Michael (kamar jenasah RS Panti Rapih).

“Betul, beliau meninggal tadi pagi pukul 04.05. Saat ini jenasah masih di Ruang Michael (kamar jenasah RS Panti Rapih),” kata Maria Vita Puji, Humas RS Panti Rapih, yang dihubungi Bernasnews.com, Rabu (5/8/2020) pag.

Surat berita lelayu dari Dekan Fisipol UGM. Foto : Istimewa

Dalam surat berita lelalu yang ditandatangani Dekan Fisipol UGM Prof Dr Erwan Agus Purwanto MSi yang beredar luas di grup-grup whatsapp disebutkan, Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM tersebut akan dimakamkan di Pemakaman UGM Sawitsari Sleman, Kamis (6/8/2020) pukul 14.00 WIB dan disemayamkan di Balairung UGM pukul 13.00 WIB dan berangkat dari rumah duka pukul 12.00 WIB.

Sebelum dimakamkan, jenasal pria asal Timor, NTT ini disemayamkan di rumah duka Perum Cemara Blok F-13 Krodan RT 13/RW 71 Maguwoharjo, Depok, Sleman. Prosesi pemakaman almarhum Cornelis Lay dimulai dengan ibadah penghiburan di rumah duka Taman Cemara Blok F/13 Krodan, Maguwoharjo dengan jumlah terbatas dan protokol kesehatan, Rabu (5/8/2020) pukul 20.00 Wib.

Kemudian, pada Kamis (6/8/2020) 11.00 Ibadah Penglepasan jenasah dilanjutkan ke Balairung UGM dan selanjutny menuju ke pemakaman UGM Sawitsari, Caturtunggal.

Amarhum dikenal sangat aktif dan produktif menulis di berbagai media massa, seperti Harian Bernas dan Harian Kompas, mengkritisi kebijakan pemerintah Orde Baru tahun 1980-an. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here