Home News Guru Besar FH UGM dan Forum Pemred Yogyakarta Tolak Revisi UU KPK

Guru Besar FH UGM dan Forum Pemred Yogyakarta Tolak Revisi UU KPK

600
0
Para pemimpin redaksi (pemred) anggota Forum Pemred Yogyakarta foto bersama Guru Bessar FH UGM Prof Sudjito usai diskusi terkait rencana revisi UU KPK di May Star Restoran Jogja City Mall, Rabu (11/9/2019) malam. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) media massa cetak, elektronik dan online Yogyakarta secara tegas menolak segala bentuk upaya untuk memperlemah KPK, termasuk revisi UU KPK. Forum Pemred Yogyakarta menilai revisi UU KPK hanya akan membuat KPK tidak bertaji lagi dalam upaya pemberantasan korupsi.

Karena itu Forum Pemred Yogyakarta mendorong agar lembaga KPK semakin diperkuat dalam menangani korupsi karena korupsi merupakan extraordinary crime (kejahatan luar biasa) dan berpotensi besar meruntuhkan sendi-sendi negara. Forum Pemred Yogyakarta pun meminta Presiden dan DPR harus mendengar suara rakyat, KPK dan elemen lain yang menyuarakan penguatan lembaga KPK.

Hal itu disampaikan motor Forum Pemred Yogyakarta, Octo Lampito dan Anton Wahyu Prihartono, usai diskusi antara Guru Besar FH UGM Prof Dr Sujito SH MA dengan Forum Pemred Yogyakarta di May Star Restoran Jogja City Mall, Rabu (11/9/2019) malam.

Para pemimpin redaksi bersama Guru Besar UGM Prof Dr Sudjito makan malam bersama usai berdiskusi terkait rencana revisi UU KPK, Rabu (11/9/2019). Foto : Istimewa

Dalam diskusi dengan tema Menolak Segala Upaya yang Memperlemah KPK itu, Forum Pemred Yogyakarta melihat rencana revisi UU tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru untuk memperlemah KPK bukan untuk memperkuat. Karena itu, Forum Pemred Yogyakarta secara tegas menolak revisi UU KPK tersebut.

Sementara Prof Sudjito juga tak rela jika lembaga anti rasuah itu diperlemah dengan cara apa pun, termasuk dengan merevisi UU. Sebaliknya, ia mendukung penuh keberadaan KPK sesuai dengan UU yang ada saat ini. Ia melihat banyak pihak yang merasa terganggu dengan keberadaan KPK, mulai dari yang merasa tidak aman, tidak nyaman hingga mereka yang punya kepentingan. “Sejak awal didirikan, sudah ada pihak yang mau melemahkan KPK,” kata Prof Sudjito.

Dikatakan, UU KPK saat ini sudah pas. Dan kalau kinerja KPK saat ini dipersoalkan, itu karena selama ini KPK direcoki. Menurut Prof Sudjito, kalau ingin menguatkan, maka KPK diajak bicara, apa yang dibutuhkan KPK. Selain itu, para pakar juga diajak dialog apa yang bisa memperkuat KPK. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here