Home Pendidikan Guru 4 Pulau Berkarya Puisi

Guru 4 Pulau Berkarya Puisi

283
0
Buku bertajuk "Nada Puisi" karya sebelas guru SLB . Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Masih dalam nuansa peringatan 75 tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 11 guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan seorang guru Sekolah Dasar (SD) di empat pulau yakni Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan menerbitkan buku puisi.

Sebelas guru SLB yakni Erni Ekawat, S.Pd.I dan kawan-kawan itu menghasilkan karya buku bertajuk “Nada Puisi”, ber-ISBN : 978-623-94317-2-3. Sedang Hj Novi Endharti Ratnasari S.Pd, guru SDN 004 Bontang Barat, Bontang, Kalimantan Timur dengan karya buku “Impian-impian”, ber-ISBN 978-623-94317-2-3. Kedua buku tersebut terbitan Penerbit Mitra Mekar Berkarya (MMB) Yogyakarta.

Koordinator penulis buku “Nada Puisi” Erni Ekawati yang dihubungi di Yogyakarta, Selasa (8/9/2020) mengemukakan, buku kumpulan puisi itu adalah karya rekan-rekannya yang ikut pelatihan daring “Peningkatan Kompetensi Literasi Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Guru dan Kepala SLB Berbasis E-Training” yang diadakan oleh P4TK TK dan PLB pada 4-10 Mei 2020.

“Semoga karya puisi kami ini mampu menyulut dan membangkitkan lagi untuk semangat berkarya dan mengembangkan sayap-sayap literasi,” kata guru SLB Muhammadiyah Ponjong, Gunungkidul, DIY ini.

Adapun kesepuluh rekan penulis puisinya adalah Luh Made Suriwati SSi M.Si MPd (Denpasar), Pepi Mahpudin, MPd (Bandung Barat), Mustika Sari S.Pd Gr (Aceh), Herlina Kristianti MPd (Jakarta), Umi Satiti SPd.Gr (Karanganyar), Sukamtini S.Pd (Bandung), Tutik Puji Lestari SPd. (Kalimantan Timur), Dra Kadek Yudiasih MPd. (Denpasar) Nyoman Henny Parwati MPd (Banyuwangi), Ati Ekawati Rifai M.Pd (Bandung Barat).

Sedangkan penulis buku Impian-impia, Novi Endharti Ratnasari, merasa bersyukur dan senang dapat berkarya solo di bidang puisi ini. Dia akan lahir karya literasi yang lain.

Pemimpin Penerbit MMB YB Margantoro dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Selasa (8/9/2020), menyambut gembira atas terbitnya dua buku puisi tersebut. Hal ini menunjukkan para guru memiliki kepekaan pribadi dan sosial yang mampu mengangkat aneka persoalan kehidupan dalam bentuk puisi yang indah dan memikat. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here