Home News Gunung Merapi Menampakkan Keindahan di Pagi Hari

Gunung Merapi Menampakkan Keindahan di Pagi Hari

1203
0
Seorang petani mebajak sawah dengan latar belakang pemandangan Gunung Merapi di Dusun Sidorejo, Desa Selomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Senin (13/4/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Dalam cuaca yang cerah, Gunung Merapi tampak indah. Dengan dipayungi langit biru, salah satu gunung api teraktif di dunia itu menampakkan keindahan dari kejauhan Dusun Sidorejo, Desa Selomartani, Kecamatan Ngemplak, Senin (13/4/2020).

Para petani pun beraktifitas seperti biasa mengolah lahan yang subur terkena abu vulkanik Gunung Merapi sebelumnya. Ada yang membajak sawah, ada yang lagi menanam cabai dan jenis sayur-sayuran lainnya, ada yang menanam padi bahkan ada yang sudah mulai memanen.

Seorang petani membajak sawah di Dusun Sidorejo, Selomartani, Senin (13/4/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Lahan-lahan tersebut nyaris tanpa jeda dari tanaman, karena begitu selesai panen satu jenis tanaman, kemudian ditanami lagi dengan jenis tanaman lainnya. Begitu seterusnya. Silih berganti. “Iya ini lagi tanam cabai. Dalam satu-dua bulan sudah berbuah dan bisa panen,” kata Sumiyem, salah seorang petani yang ditemui Bernasnews.com di sebelah utara Pasar Sidorejo, Senin (13/4/2020) pagi.

Sejumlah warga pun memanfaatkan waktu selama stay at home atau work from home untuk berolahrahraga menyusuri lahan-lahan persawahan sambil menikmati keindahan Gunung Merapi. “Sangat segar dan menyenangkan,” kata Ratnawati, warga Dusun Karangmojo, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, yang hampir setiap hari berolahraga menyusuri sawah di wilayah Selomartani, Ngemplak, Senin (13/4/2020).

Para petani di Dusun Sidorejo, Desa Selomartani, Senin (13/4/2020), menancap belahan bambu sebagai penyangga tanaman cabai. Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Menurut Hanik Humaida dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) DIY, secara visual cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.

Sementara asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah dan tinggi asap maksimum 6.450 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada 7 April 2020 pukul 05.45 WIB.

Sambil berolahraga menyusuri lahan persawahan, seorang warga menikmati keindahan Gunung Merapi, Senin (13/4/2020) pagi. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Dari analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah. Sementara volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan foto udara dengan drone pada 19 Februari 2020 sebesar 291.000 m3.

“Kegempaan Gunung Merapi tercatat 21 kali gempa Hembusan (DG), 2 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 52 kali gempa Fase Banyak (MP), 31 kali gempa Guguran (RF), 3 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 24 kali gempa Tektonik (TT),” tulis Hanik Humaida dalam laporan aktivitas Gunung Merapi selama 3-9 April 2020 seperti dikutip Bernasnews.com dari merapi.bgl.esdm.go.id, Senin (13/4/2020).

Seorang petani mebajak sawah dengan latar belakang pemandangan Gunung Merapi di Dusun Sidorejo, Desa Selomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Senin (13/4/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental Gunung Merapi selama 3-9 April 2020, menurut Hanik Humaida, disimpulkan bahwa kubah lava saat ini dalam kondisi stabil. Selain itu, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas atau status Waspada. Sedangkan potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.

Dengan tingkat aktivitas Gunung Merapi dengan status Waspada, maka kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan beberapa hal. Pertama, radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.

Dengan cuaca yang cerah, pemandangan Gunung Merapi tampak indah di pagi hari, Senin (13/4/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Kedua, masyarakat di sekitar alur Kali Gendol agar meningkatkan kewaspadaan. Guguran lava dan awan panas berpotensi menimbulkan hujan abu sehingga masyarakat di sekitar diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

“Masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas Gung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” kata Hanik Humaida. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here