Home News Gunung Merapi Kembali Erupsi pada 28 Maret Pukul 19.25 WIB

Gunung Merapi Kembali Erupsi pada 28 Maret Pukul 19.25 WIB

697
0
Erupsi Gunung Merapi yang terjadi Jumat (28/3/2020) pukul 05:21 WIB pagi, diabadikan oleh Yuli Langku menggunakan kamera handphone, dari belakang rumahnya di Cupuwatu, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman pada Jumat (28/3/2020) pukul 05:30 WIB. Foto : Yuli Langku.

BERNASNEWS.COM – Gunung Merapi kembali mengalami erupsi pada Sabtu (28/3/2020) pukul 19.25 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dengam amplitudo 75 mm dan durasi 243 detik dengan tinggi kolom erupsi 3.000 meter. Saat terjadi erupis, arah angin ke Barat. Sebelumnya, pada Jumat (28/3/2020) pukul 05:21 WIB pagi, Gunung Merapi juga mengalami erupsi.

Dalam siaran pers BPPTKG DIY yang ditandatangani Hanik Humaida, Kepala BPPTKG DIY, Jumat (28/3/2020), menyebutkan, setelah terjadi letusan pada 27 Maret 2020 pukul 10:46 WIB, di G Merapi terjadi letusan kembali pada 27 Maret 2020 pukul 21:46 WIB dan

Letusan tersebut masing-masing menghasilkan tinggi kolom 1.000 m dan 2.000 m. Seismograf merekam letusan dengan amplitudo masing-masing 40 mm dan 50 mm dengan durasi 180 detik. Tidak teramati adanya awan panas dari letusan ini.

Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) diterbitkan dengan kode warna orange. Angin saat kejadian letusan mengarah ke Barat. Hujan abu tipis dilaporkan terjadi dalam radius 5 km dari puncak G Merapi terutama pada sektor Barat menjangkau wilayah kecamatan Krinjing, Kabupaten Magelang. Seismisitas setelah erupsi 27 Maret 2020 pukul 10:46 WIB didominasi gempa LF yaitu sebanyak 24 kali, hembusan 11 kali, guguran 2 kali, dan MP 2 kali.

Dikatakan, deformasi tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. “Data observasi ini menunjukkan bahwa menjelang letusan adanya fluida yang bergerak ke permukaan, tetapi tekanan tidak cukup kuat karena material letusan didominasi oleh gas vulkanik. Kejadian letusan semacam ini masih dapat terus terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Ancaman bahaya letusan ini berupa awanpanas dan lontaran material vulkanik dengan jangkauan <3 km berdasarkan volume kubah yang sebesar 291.000 m3 berdasarkan data drone 19 Februari 2020,” kata Humaida.

Meski demikian, menurut Hanik Humaida, masyarakat diharapkan tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak G Merapi. Untuk informasi resmi aktivitas G Merapi, masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG atau ke Kantor BPPTKG Jalan Cendana No 15 Yogyakarta. (lip)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here