Tuesday, May 24, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsGubernur DIY Serahkan Penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha

Gubernur DIY Serahkan Penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha

bernasnews.com – Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyerahkan penghargaan pembangunan daerah Reka Cipta Bhakti Nugraha sebagai Juara Ketiga untuk inovasi Pasar Gumregah melalui Sekolah Pasar, dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD DIY 2023, Kamis 14 April 2022, di Gedung Pracimasana Kepatihan, Yogyakarta.

Posisi juara kedua didapatkan oleh Kota Yogyakarta dengan total nilai 7,67 untuk inovasi Kampung Sayur Jogja. Sedangkan juara pertama diraih oleh Kabupaten Bantul dengan total nilai 7,97 untuk inovasi Bantul Seroja (Bantul Sehat Ekonomi Meningkat Karo Jamu).

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku bangga sekaligus mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja dengan baik sehingga berhasil meraih penghargaan tersebut. Ia juga mendorong OPD di Kabupaten Sleman untuk terus berkreasi dan berinovasi di bidangnya masing-masing. Sehingga, diharapkan nantinya dapat berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sleman.

“Tentu ini menjadi pencapaian yang membanggakan bagi kabupaten Sleman. Saya harap untuk ke depannya, setiap perangkat daerah bisa memiliki karya-karya yang kreatif dan juga inovatif,” ungkap Kustini, usai acara penyerahan penghargaan itu.

Menurut Kustini, pencapaian berupa penghargaan yang diperoleh tersebut bisa memberikan banyak dampak positif, tak hanya untuk Pemerintah Kabupaten Sleman, namun juga untuk masyarakat luas.
Ketua Tim Penilai Ir. Gatot Saptadi menerangka, bahwa penghargaan diberikan oleh Pemerintah DIY kepada Kabupaten/Kota dengan tujuan untuk meningkatkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berkualitas, transparan dan akuntabel.

Dikatakan Gatot, proses penilaian penghargaan pembangunan daerah dilakukan dalam beberapa tahap. Dimulai dari penilaian dokumen perencanaan untuk memperoleh nilai passing grade yang telah ditetapkan, lalu dilanjutkan pada tahap presentasi dan wawancara.

“Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, karena terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota maka semua diikutsertakan. Sehingga semua wajib mengikuti tahapan perencanaan, presentasi, hingga wawancara,” jelasnya.

Gatot menyebut terdapat beberapa aspek penilaian saat proses seleksi juara. Diantaranya meliputi aspek pencapaian pembangunan, aspek kualitas dokumen RKPD, aspek proses penyusunan RKPD, aspek proses penyusunan RKPD, dan aspek inovasi.

“Namun, untuk DIY terdapat tambahan aspek penilaian berupa muatan lokal. Penilaian tersebut meliputi aspek penanganan pandemic Covid-19, aspek perkembangan teknologi, dan aspek keistimewaan,” pungkasnya. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments