Home News Gubernur DIY Minta Pemerintah Pusat Izinkan 32 Perusahaan di DIY Beroperasi

Gubernur DIY Minta Pemerintah Pusat Izinkan 32 Perusahaan di DIY Beroperasi

26
0
Gubernur DIY Sri Sultan HB saat mengikuti Rakor Evaluasi PPKM Jawa-Bali secara daring bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarvest) Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (14/9/2021). Foto: Humas Pemda DIY

BERNASNEWS.COM – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengusulkan kepada pemerintah pusat agar memberikan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) kepada 32 perusahaan baru di DIY yang memiliki aktivitas ekspor agar bisa beroperasi.

Hal ini menyusul 6 perusahaan di DIY yang sudh mengantongi izin untuk uji coba beroperasi penuh yakni PT Karya Hidup Sentosa/Quick Tractor (Kulon Progo), PT Eagle Glove Indonesia (Sleman), PTLezax Nesia Jaya (Sleman), PT Kusuma Sandang Mekarjaya (Sleman), PT Dhanar Mas Concern (Sleman) dan PT Setiaji Mandiri (Sleman). 

Usulan itu disampaikan Sri Sultan HB X dalam Rakor Evaluasi PPKM Jawa-Bali secara daring bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarvest) Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (14/9/2021).

Menanggapi usulan tersebut, Menko Marvest Luhut B Pandjaitan meminta Kementerian Perdagangan dan Perindustrian RI menindaklanjuti usulan tersebut. Ia menyampaikan agar perusahaan-perusahaan tersebut memenuhi kriteria yang telah ditetapkan pemerintah pusat sesuai Instruksi Mendagri, antara lain telah menerapkan aplikasi PeduliLindungi. “Saya minta Pak Sri Sultan untuk mengecek apakah semua sudah difasilitasi QR Code untuk aplikasi PeduliLindungi,” kata Menteri Luhut yang dikutip Bernasnews.com dari Humas Pemda DIY, Selasa (14/9/2021).

Sultan HB X sendiri mengapresiasi pemerintah pusat yang telah memberikan kesempatan 3 destinasi wisata di DIY yakni Tebing Breksi (Sleman), Hutan Pinusari Mangunan (Bantul) dan Gembira Loka Zoo (Kota Yogyakarta) untuk melakukan uji coba pembukaan wisata.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf karena ada destinasi wisata di DIY yang dinilai dapat melakukan uji coba,” ujar Sri Sultan seraya menyebutkan bahwa uji coba pembukaan destinasi wisata ini dilakukan karena status DIY sudah turun ke PPKM Level 3 sejak 6 September 2021. 

Dengan status DIY turun ke PPKM Level 3 maka tempat hiburan seperti bioskop dimungkinkan untuk beroperasi. Meski demikian, menurut Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji, pembukaan bioskop menjadi kewenangan asosiasi.

“Kalau ingin membuka, diperkenankan saja, karena di Ingub juga sudah disebutkan. Namun tentu harus bertanggungjawab karena bioskop yang dibuka menjadi tanggung jawab masing-masing pengelola. Sudah ada satgas sendiri yang menangani ini, ada asosiasi pengurus bioskop yang harus membuat SOP secara mandiri kalau mau membuka bioskop,” kata Baskara Aji. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here