Home News Gubernur DIY Cabut Instruksi Tentang KPTM, Inilah Instruksi yang Baru Sebagai Penggantinya

Gubernur DIY Cabut Instruksi Tentang KPTM, Inilah Instruksi yang Baru Sebagai Penggantinya

2457
0
Gubernur Daerah Istimwa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Instruksi Gubernur, nomor: 1/INSTR/ 2021, Tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di DIY.

Sebagai pengganti intruksi tersebut, Gubernur DIY pada tanggal 11 Januari 2021 telah menerbitkan Instruksi Gubernur Daerah Istimewa, Nomor: 2/ INSTR/ 2021, Tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berikut isi Instruksi Gubernur yang terbaru;

KESATU: Membatasi tempat/ kerja perkantoran dengan menerapkan Work  From Home (WFH) sebesar 75% (Tujuh Puluh Lima Persen) dan Work From Office (WFO) sebesar 25% (Dua Puluh Lima Persen) dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

KEDUA: Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara dalam jaringan (daring/ online)

KETIGA: Untuk sektor ensensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100% (Seratus Persen) dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

KEEMPAT: Melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan: a. kegiatan restoran (makan/ minum di tempat) sebesar 25% (Dua Puluh Lima Persen) dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/ dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran; dan b. pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/ mall sampai dengan pukul 19:00 WIB.

KELIMA: Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100% (Seratus Persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

KEENAM: Mengizinkan tempat ibadah untuk dilaksanakan dengan pengaturan pembatansan kapasitas 50% (Lima Puluh Persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

KETUJUH: Untuk mengingatkan kembali protokol kesehatan (menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun/ handsanitizer, menjaga jarak dan mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan).

KEDELAPAN:  Untuk memperkuat kemampuan tracking dan manejemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan (tempat tidur, ruang intensive care unit, maupun tempat isolasi atau karantina).

KESEMBILAN: Untuk melakukan pengawasan pelaksanaan pencegahan dan  pengendalian Corona Virus DIsease 2019 di wilayah masing-masing.

KESEPULUH: Untuk meningkatkan pengawasan/ operasi yustisi dan penegakan hukum lainnya yang dilaksanakan Satuan Pamong Praja Kabupaten/ Kota dan berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia.

KESEBELAS: Untuk memerintahkan kepada Pemerintah Desa/ Kalurahan untuk melakukan penceghan Corona Virus Disease 2019 di wilayahnya dengan memantau akses keluar masuk masyarakat di wilayahnya dan menerapkan protokol kesehatan kepada seluruh masyarakat serta menyampaikan laporan pelaksanaan kepada Bupati dengan tembusan kepada Gubernur.

Instruksi yang dituujukan kepada Walikota Yogyakarta, Bupati Sleman, Bupati Bantul, Bupati Kulon Progo dan Bupati Gunungkidul ini mulai berlaku mulai 11 Januar 2021 sampai dengan 25 Januari 2021. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here