Home Ekonomi Grup Whatsapp Pasar Berkat Antonius Mempertemukan Pembeli dan Penjual

Grup Whatsapp Pasar Berkat Antonius Mempertemukan Pembeli dan Penjual

481
0
Juwita, salah seorang anggota grup WA Pasar Berkah Wilayah St Antonius Plaosan. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Wabah virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) membuat hampir semua orang tak bebas beraktifitas, termasuk berjualan bagi para pedagang dan berbelanja kebutuhan sehari-sehari bagi para konsumen. Hal ini terjadi karena adanya kebijakan jaga jarak sosial (social distancing) dan jaga jarak fisik (physical distancing) untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Berangkat dari kenyataan itu, umat Lingkungan St Antonius, Paroki St Petrus Warak, muncul ide untuk membuat grup whatsapp yang diberi nama Grup Whatsapp Pasar Berkah St Antonius.

Aloysius Henri Indrianto, pencetus ide pembentukan Grup Whatsapp Pasar Berkah St Antonius, ketika dihubungi Bernasnews.com, Minggu (10/5/2020) malam, mengatakan, grup ini dibuka mulai 26 April 2020, berangkat dari keprihatinannya karena banyak usaha kecil yang kesulitan menjual produknya, sementara konsumen kesulitan mendapatkan produk yang dibutuhkan karena minimnya informasi.

“Dengan adanya kebijakan social distancing dan physical distancing, orang banyak memilih tinggal di rumah, sementara kalau terpaksa ke pasar maka resiko tertular virus Corona sangat besar. Kondisi inilah yang mendorong kami membuat Grup Whatsapp Pasar Berkah ini untuk mempertemukan penjual dan pembeli,” kata Henri-sapaan Aloysius Henri Indrianto.

Sejumlah produk yang ditawarkan dalam grup whatsapp Pasar Berkah Wliayah St Antonius Plaosan, Paroki St Petrus Warak. Foto : Istimewa

Apalagi, menurut Henri, di wilayahnya banyak produk barang dan jasa, namun infomasi yang dimiliki konsumen sangat minim. Sehingga dengan adanya grup, pemilik produk atau penjual bisa memasarkan produknya dan konsumen bisa membeli/memesan produk yang dibutuhkan.

“Dan Puji Tuhan grup ini sangat ramai karena setiap hari ada transaksi. Dan sejak grup dibuka 26 April sampai degan 10 Mei 2020, sedikitnya telah terjadi 274 ransaksi, 52 penjual dan 47 pembeli dengan total nilai transaksi Rp 5.716.480,” kata Henri bangga.

Menurut Henri, di wilayahnya ada 72 KK dan setiap KK hanya diwakili satu orang anggota keluarga masuk dalam grup WA ini. Dan grup ini bukan sekadar media saling tukar informasi antara penjual dan pembeli, tapi juga untuk menjalin persaudaraan agar semakin akrab. Karena itu, para penjual tidak mengecewakan pembeli dan sebaliknya pembeli tidak mengecewakan penjual.

“Penjual harus menjual produk berkualitas dengan harga terjangkau, sementara pembeli wajib membeli barang yang sudah dipesan. Kuncinya kedua belah pihak saling menjaga kepercayaan,” kata Henri yang mengaku belum mengenal semua anggota grup, bahkan ada yang belum pernah bertemu.

Menurut Henri, sampai saat ini anggota gryp baru sebatas umat wilayah St Antonius dan belum berencana untuk menerima anggota dari luar. Namun, ia ingin anggota grup ini diperluas hingga tingkat paroki agar penjual semakin banyak dan pembeli juga banyak. Dan produk yang dijual di grup ini tidak hanya barang, tapi juga jasa.

“Misalnya ada yang punya keahlian memperbaiki listrik atau punya jasa tukang potong rambut silahkan diinformasikan di grup ini agar anggota grup bisa memanfaatkan jasa milik anggota grup juga. Jadi ada unsur saling membantu,” tutur Henri.

Sampai saat ini barang-barang yang dipasarkan melalui grup ini antara lain sayur mayur, snack, telur, empek-empek dan daging ayam atau sapi. Pesanan diantar sampai rumah dengan pembayaran tunai.

Sementara di Kampung Condongsari, sejumlah warga juga membentuk grup WA serupa. Bukan saja bahan mentah, mereka menawarkan aneka menu masakan buka puasa dan takjil. Pemesan tinggal mengisi list dan pesanan diantar dan tinggal membayarnya.

Fenomena ini menarik, karena menampakkan geliat usaha kecil dan menengah untuk tetap bergerak di masa krisis. Jika tahun 1998 Indonesia selamat karena UMKM yang tetap eksis di tengah krisis, seharusnya hal yang sama juga terjadi di tengah pandemi Covid-19 yang belum ada kepastian kapan berakhir. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here