Home Olahraga Gowes Heritage, Bersepeda Wisata Cagar Budaya

Gowes Heritage, Bersepeda Wisata Cagar Budaya

270
0
Pengurus BNB Cycling melakukan survai dan giat Bersepeda Wisata Cagar Budaya, Sabtu (4/7/2020), keliling Kawasan Njeron Beteng sempat berfoto dengan latar belakang Plengkung Gading, juga ke Kawasan Kotagede, Yogyakarta. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

BERNASNEWS.COM — Kota Yogyakarta terdapat beberapa Kawasan Cagar Budaya (Heritage) antara lain Kawasan Njeron Beteng dan Kawasan Kotagede. Di Kawasan Njeron Beteng terdapat Kraton Yogyakarta, Tamansari, Pojok Beteng Wetan (Selatan dan Utara) dan Pojok Beteng Kulon (Selatan dan Utara), Masjid Margoyuwuno dan sebagainya.

Sedangkan Kawasan Cagar Budaya Kotagede terdapat Masjid Gedhe Mataram, Makam Panembahan Senopati, Bangunan Langgar Dhuwur, Rumah Tradisional Jawa dan masih banyak lainnya. Kawasan Cagar Budaya tersebut menjadi salah satu obyek wisata yang juga banyak dikunjungi wisatawan di Kota Yogyakarta.

Sejalan dengan “booming” olah raga bersepeda, maka Kawasan Cagar Budaya Njeron Beteng dan Kotagede dapat dikembangkan dan  dioptimalkan menjadi tujuan kegiatan Bersepeda Wisata Cagar Budaya. Wisata bersepeda yang cocok bagi keluarga dan komunitas bersepeda dengan jumlah yang terbatas (minimalis). Demikian disampaikan oleh Y. Sri Susilo, selaku Koordinator BNB Cycling, di sela-sela kegiatan bersepeda, Sabtu (4/7/2020).

Pengurus BNB Cycling melakukan survai langusng ke obyek Wisata Cagar Budya, di Pojok Beteng Kulon sisi Utara, Sabtu (4/7/2020). Foto: Kiriman Y. Sri Susilo.

“Berkaitan dengan hal tersebut 6 pengurus dan anggota klub “Bersepeda Normal Baru” (BNB Cycling) melakukan survai lapangan dengan mengimplementasikan Bersepeda Wisata Cagar Budaya,” jelas Susilo sapaan akrab Y. Sri Susilo yang juga seorang dosen PTS ternama di Yogyakarta.

Menurutnya, agar obyek wisata dan tempat bersejarah itu dapat dipromosikan menjadi kegiatan Bersepeda Wisata Cagar Budaya, maka harus disiapkan infrastruktur, baik fisik, manajemen pengelola dan sumberdaya manusia. Infrastruktur antara lain tempat parkir sepeda yang memadai, yakni tertib dan aman.

Diperlukan manajemen pengelola kawasan dengan baik, misalnya untuk dapat bersepeda wisata sepeda di kawasan cagar budaya harus mendaftar dulu. Hal tersebut dilakukan agar wisatawan dapat menikmati wisata bersepeda dengan nyaman, aman dan lancar. “Jika perlu manajemen menyiapkan sepeda yang dapat disewa oleh wisatawan. Manajemen pengelola harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat bagi wisatawan dan pengelola. Agar manajemen dapat berjalan dengan baik maka diperlukan sumberdaya manusia yang kompeten,” ungkap Susilo.

Paket “Bersepeda Wisata Cagar Budaya”  dapat diakhiri dengan “Wisata Kuliner”. Seperti diketahui, bahwasannya Kawasan Cagar Budaya Njeron Beteng dan Kotagede terdapat warung-warung makan yang layak untuk dikunjungi, misalnya warung soto, gudeg, sate dan sejenisnya.

“Salah satu tujuan klub BNB Cycling adalah mempromosikan Yogyakarta sebagai kota Wisata, Budaya dan Sepeda,” imbuh Susilo. Sementara, Komunitas BNB Cycling merupkan klub bersepeda yang beranggotakan 50 penggowes dan didirikan oleh ISEI DIY, Kafegama DIY, BI DIY, OJK DIY dan Bank BPD DIY. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here