Home Ekonomi GMY Cultural Series #2 Batik Fashion Show, Langkah Kecil Menapak Batik dari...

GMY Cultural Series #2 Batik Fashion Show, Langkah Kecil Menapak Batik dari Masa ke Masa

89
0
GMY Cultural Series #2 Batik Fashion Show, Minggu (11/10/2020), merupakan hasil kolaborasi antara Grand Mercure Yogyakarta dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Dinas Pariwisata DIY, dan Atelier Hanabira Creative Flower Arrangement Studio. (Foto: Dinpar DIY)

BERNASNEWS.COM — Grand Mercure Yogyakarta menggelar GMY Cultural Series #2 Batik Fashion Show bertajuk “Langkah Kecil Menapak Batik dari Masa ke Masa”, dengan menampilkan ready to wear collection dari 16 designer ternama asal Yogyakarta, Minggu (11/10/2020), di Piazza Open Theater Grand Mercure Yogyakarta.

Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH, MEd itu, merupakan hasil kolaborasi antara Grand Mercure Yogyakarta dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Dinas Pariwisata DIY, dan Atelier Hanabira Creative Flower Arrangement Studio dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal, 2 Oktober 2020.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH, MEd saat memberikan sambutan dalam acara GMY Cultural Series #2 Batik Fashion Show, Minggu (11/10/2020), di Piazza Open Theater Grand Mercure Yogyakarta. (Foto: Dinpar DIY)

Ateng Aditya selaku Executive Assistant Manager Grand Mercure Yogyakarta menyambut baik terselenggaranya pagelaran fashion show GMY Cultural Series #2. “Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya acara ini, karena sesuai dengan nilai-nilai yang ada di hotel kami, dalam mengangkat budaya termasuk diantaranya mengangkat tentang batik,” ungkap Ateng.

Dikatakan, saat ini Grand Mercure Yogyakarta (GMY) juga sedang mengembangkan kerjasama untuk mendukung para pelaku usaha industri kreatif di Yogyakarta, dengan membeli produk yang mereka miliki dan sesuai dengan kebutuhan hotel, termasuk kedepan akan ada galeri untuk product showcase. Antusiasme dan respon positif pun turut ditunjukkan oleh APPMI.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH, MEd (kanan) ikut berperan sebagai pragawan berbusana batik. (Foto: Dinpar DIY)

“Kami menyambut baik kerja sama ini, karena sejalan dengan tema kami tahun ini yakni “Jogja Unique Culture”, komitmen kami untuk mengangkat kearifan lokal dari Yogyakarta menjadi sebuah karya seni.  Ini juga merupakan wujud pelestarian budaya bangsa khususnya batik, sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun internasional,” tutup Ateng.

Suasana peragaan busana batik oleh para tamu undangan. (Foto: Dinpar DIY)

Sementara deretan 12 desainer yang tampil dalam acara itu diantaranya, Gee Batik by Sugeng Waskito, Paras Ayu Jogja by Ayu Purhadi, Rumah Batik Jinggar by Vitalia Pamoengkas, Benang Lusi by Lusi Ekawati, DeeJE Batik by Dewi DeeJEI, LZ by Liza Supriyadi, Intan Batik by Zamwarir, Prasojobyrani, Maharani Persada by Essy Masita, Dadang Koesdarto, Yose Art by Ani Seto, Shiroshima Indonesia by Dian Nutri Justisia Shirokadt, Bleemo Batik by Enikna Yustina, Lemospires by Liena Lemospires, Classic by Tedjo Laksono, serta Cupumanik by Ryani Utami. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here