Home News Global Women’s Breakfast Seminar Perluas Jaringan Ahli Kimia Wanita

Global Women’s Breakfast Seminar Perluas Jaringan Ahli Kimia Wanita

428
0
Rektor UII P:rof Fathul Wahid ST MSc PhD (depan/ keempat dari kanan) bersama Dewan Pengawas Yayasan Badan Wakaf UII Prof Chairil Anwar (kelima dari kanan) dan Dekan Fakultas MIPA UII Prof Ryanto (ketiga dari kiri) foto bersama para peserta program Global Women's Breakfast Seminar yang diadakan Jurusan Kimia Fakultas MIPA UII di halaman Kampus Fakultas MIPA UII, Rabu (12/2/2020). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) atau Persatuan Internasional Kimia Murni dan Terapan membuat sebuah program yang disebut Global Women’s Breakfast secara rutin setiap tahun di 200 lebih negara di dunia. Program Global Women’s Breakfast ini dilakukan untuk membantu ahli kimia wanita memperluas jaringan kontak mereka, baik secara lokal maupun internasional.

Dan selama dua tahun berturut-turut sejak tahun 2019 hingga saat ini, Jurusan Kimia Fakultas MIPA UII ditunjuk IUPAC sebagai salah satu titik penyelenggara Global Women’s Breakfast yang dilakukan secara serentak di seluruh dunia.

Para peserta Global Women’s Breakfast Seminar sedang mengambil menu sarapan yang disediakan di halaman Kampus Fakultas MIPA UII, Rabu (12/2/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Dan Global Women’s Breakfast Seminar ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang digelar bersamaan dengan 242 Chapter di seluruh dunia,” kata Prof Dr Is Fatimah, Ketua Jurusan Kimia FMIPA UII, dalam kegiatan Global Women’s Breakfast Seminar di halaman Kampus Fakultas MIPA UII, Rabu (12/2/2020).

Kegiatan Global Women’s Breakfast Seminar, Rabu (12/2/2020), yang mengangkat tema Leadership Development and Conversation with Women Leader ini dilakukan bersamaan dengan acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Laboratorium Riset Kimia Fakultas MIPA UII oleh Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD yang didampingi Dewan Pengawas Yayasan Badan Wakaf UII Prof Dr Chairil Anwar dan Dekan FMIPA Prof Riyanto SPd MSi PhD.

Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD (ketiga dari kiri) didampingi Dewan Pembina Yayasan Badan Wakaf UII Prof Dr Chairil Anwar (kedua dari kiri) dan Ketua Jurusan Kimia FMIPA UII Prof Dr Is Fatimah (kiri) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Laboratorium Riset Kimia, Rabu (12/2/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com.

Menurut Prof Is Fatimah, kegiatan ini terdiri dari sarapan yang dilanjutkan dengan presentasi dan diskusi ilmiah para wanita. Sarapan pertama dimulai di Selandia Baru sekitar pukul 07:00 waktu setempat, memulai gelombang tangan global di seluruh dunia yang berakhir di Hawaii. Sedangkan di Jurusan Kimia FMIPA UII diselenggarakan pukul 08.00.

Dikatakan, saat ini peran ilmuan perempuan masih sangat diperlukan, sementara jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan peranan ilmuwan laki-laki di seluruh dunia. Selain itu, mayoritas perempuan tidak berkesempatan sarapan ketika memulai aktivitas sehari-hari.

“Alasan-alasan ini yang menggugah IUPAC menjalin kerja sama dengan organisasi-organisasi keilmuan seluruh dunia untuk mempromosikan aktivitas sarapan sekaligus mendukung karir ilmuwan perempuan,” kata Is Fatimah. 

Sementara Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD mengatakan, antara perempuan dan laki-laki harus saling menolong dan menopang, sehingga posisi antara perempuan dan laki-laki sejajar.

Ketua Jurusan Kimia Fakultas MIPA UII Prof Dr Is Fatimah saat menyampaikan sambutan. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Saya kira acara Global Women’s Breakfast Seminar seperti ini merupakan suatu ikhtiar untuk mengangkat dan meningkatkan ilmuan perempuan sejajar dengan laki-laki,” kata Prof Fathul Wahid.

Terkait pembangunan Gedung Laboratorium Riset, Dekan Fakultas MIPA UII Prof Riyanto SPd MSi PhD mengatakan, Laboratorium Riset Kimia ini memiliki peranan penting karena saat ini rumpun Kimia sudah memiliki S1 Kimia, S2 Kimia, S1 Pendidikan Kimia, D3 Analisis Kimia, dan diharapkan tahun 2020 sudah merancang pendidikan S3 Kimia.

“Sudah ada mahasiswa S3 Kimia, tetapi Prodinya belum berdiri. Mahasiswa Magister juga prospeknya cukup tinggi. Mereka memerlukan sarana dan prasarana yang baik. Mahasiswa Magister dan Doktor ini membutuhkan laboratorium riset yang sangat memadai sehingga produktivitasnya akan sangat tinggi. Output mereka adalah riset, paper dan paten,” kata Prof Riyanto.

Menurut Rektor UII Prof Fathul Wahid, Gedung Laboratorium Riset Kimia ini akan menjadi tempat riset bagi dosen dan mahasiswa. Gedung ini diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitas dosen di lingkungan FMIPA UII.

“Sampai saat ini produktivitas di Jurusan Kimia paling tinggi di UII. Semoga produktivitas ini dapat diikuti oleh program studi lain. Sebetulnya, tim Jurusan Kimia tidak terlalu besar, tetapi hampir semua doktor. Semoga prestasi ini bisa memuluskan jalan untuk membuka S3 Kimia,” kata Prof Fathul Wahid. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here