Home Pariwisata Glamorous Camping Fasilitas Baru di Wana Wisata Budaya Mataram Dlingo

Glamorous Camping Fasilitas Baru di Wana Wisata Budaya Mataram Dlingo

162
0
Dinas Pariwisata DIY menyelenggarakan Temu Sinergi Pariwisata Jogja, Kamis (5/12/2019), di Wana Wisata Budaya Mataram Seribu Batu Sangga Langit dan Lintang Sewu, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Rombongan peserta foto bersma di salah satu glaming. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Dinas Pariwisata DIY menyelenggarakan Temu Sinergi Pariwisata Jogja, Kamis (5/12/2019), di Wana Wisata Budaya Mataram Seribu Batu Sangga Langit dan Lintang Sewu, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Rangkaian acara berupa visitasi atau kunjungan dan rembug dukungan pengembangan wisata tersebut, selain dihadiri oleh puluhan awak media di Yogyakarta juga tampak hadir General Manager PT. Angkasa Pura I (Pesero) Agus Pandu Purnama, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Hilman, Perwakilan Bank BPD DIY Agus, Perwakilan Garuda Indonesia, GIPI DIY, PHRI DIY dan para pelaku pariwisata lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja, SH, MEd (kiri) dan General Manage PT. Angkasa Pura I (Pesero) Agus Pandu Purnama dan tamu dari Garuda Indonesia, bertukar kartu nama usai meninjau glaming di Obwis Seribu Batu Sangga Langit, Dlingo, Bantul. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Dengan disambut kesenian Gejog Lesung oleh ibu-ibu warga setempat, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH, Med mengajak para tamu yang hadir untuk naik dan keliling ke Obyek Wisata Seribu Batu Sangga Langit atau juga dikenal Rumah Hobbit. “Kita akan melihat pengembangan obyek wisata ini, berupa fasilitas Glamorous Camping (Glamping) yaitu tempat bermalam bagi para tamu wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di sini,” jelas Singgih.

Suasana jalan beraspal mulus dengan kiri kanan berupa hutan (pinus) memberikan kesan tersendiri jika dinimati dengan naik jip wisata. Foto diambil Kamis (5/12/2019). (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Fasilitas glamping di destinasi wisata alam kini memang sedang menjadi tren dan digemari oleh wisatawan. Bermalam atau menginap layaknya seperti kemah selain kita dapat menikmati keindahan alam yang ada di obwis tersebut, sensasi yang diperoleh pun berbeda apabila menginap di sebuah hotel atau di rumah penginapan atau homestay.

Pembangunan faslilitas glamping sendiri masih tahap dalam proses, menurut rencana akan dibangun sejumlah 14 glamping yang terbagi di Seribu Batu Sangga Langit dan Lintang Sewu. Selain itu juga dibangun tambahan beberapa fasilitas, semacam meeting room atau ruang pertemuan, kafe kuliner, tampat ibadah, dan kamar kecil yang dilengkapi untuk kaum difabel.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja dan GM PT. Angkasa Pura I (Pesero) Agus Pandu Purnama meninjau kondisi kamar kecil untuk tamu wisatawan. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)
Suasana dalam salah satu glaming yang telah disuport branding oleh Hotel Dafam Rohan. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Kemudian acara dilanjut ke obwis Lintang Sewu berkisar lebih kurang 5 km dengan naik jip wisata yang telah disediakan oleh panitia. Dengan dipandu oleh Dimas Diajeng DIY para tamu diajak keliling melihat pembangunan pengadaan fasilitas glamping dan fasilitas lainnya yang ada di Lintang Sewu, acara berikutnya istirahat untuk menikmati sajian kuliner di kafe setempat.

Penghujung acara Temu Sinergi Pariwisata Jogja di Lintang Sewu, adalah pembacaan Komitmen Bersama Pengembangan Wana Wisata Budaya Mataram yang dibacakan oleh Dedi Pranowo dari PHPRI DIY didampingi oleh Ketua GIPI DIY Boby, yang sebelumnya diawali dengan doa dan pemotongan tumpeng, serta menuangkan air dari tujuh kendi sebagai simbul sinergitas dan pitulungan (pertolongan).

Penuangan air dari tujuh kendi sebagai simbulisasi sinergitas dan pitulungan (pertolongan) untuk kemajuan pariwisata. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Acara ditutup dengan Rembug Sinergi, berupa paparan oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja, Ketua GIPI DIY dan diskusi dengan tamu yang hadir. Dalam rembug sinergi, selain berupa paparan program juga ditawarkan kepada para manajemen hotel untuk mendukung kelengkapan branding glaming yang ada. Dan malam itu berhasil tiga hotel yang bersedia untuk mensuport yakni, Tara Hotel, Unisi Hotel, dan Ross Inn.

Pemotongan tumpeng dan penyerahan pertama kepada Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Dra. Nikan Probo Laras, SSos, MH oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja, SH, MEd. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Kedepan untuk meningkatkan pengunjung wisatawan ke DIY pada umumnya dan di Dlingo dengan ikon Wana Wisata Budaya Mataram ini, salah satunya adalah dengan memperbanyak pagelaran seni budaya dan musik. Yogyakarta banyak sekali talen musik yang dapat ditampilkan, musik orkestra akan jadi beda dan unik jika diselenggarakan di dalam hutan wisata. Bagi wisatawan atau penonton dari luar pun mudah apabila ingin bermalam di sini,” pungkas Singgih. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here