Home News GKR Hemas Terima Keluhan Warga Terkait Banyak Kawanan Kera Turun dari Merapi

GKR Hemas Terima Keluhan Warga Terkait Banyak Kawanan Kera Turun dari Merapi

163
0
GKR Hemas didampingi Dukuh Kaliurang Timur Anggara Daniawan menanam pohon penghijauan di lereng Merapi dalam kegiatan reses di Kaliurang, Pakem, Sleman, Selasa 2 Maret 2021. Foto : kiriman Putut Prabantoro

BERNASNEWS.COM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) asal DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menerima banyak keluhan dan pengaduan warga Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Selasa (2/3/2021), terkait banyaknya kera yang turun dari Gunung Merapi. Kera tersebut menjarah barang milik warga.

Yuyun, perwakilan pedagang di kawasan wisata Tlogo Putri mengeluhkan banyaknya kera ekor panjang yang turun dari hutan dan menjarah barang dagangan di kios-kios di kawasan itu. “Gusti Ratu, mohon perhatiannya. Itu kalau dagangannya kami jaga, keranya tidak nyuri tapi merusak genteng. Kami serba salah karena ada imbauan dari pengelola kawasan untuk tidak memberi makan binatang,” kata Yuyun.

Merespon keluhan tersebut, GKR Hemas langsung meneruskan keluhan kepada perwakilan Badan Lingkungan Hidup DIY, Wawan Setyo yang turut hadir dalam pertemuan di halaman salah satu tempat peristirahatan milik Keraton Yogyakarta itu. Menurut Wawan, serangan kera ekor panjang itu terjadi kemungkinan karena menipisnya persediaan pakan di lereng Merapi. Dia menduga, ada kerusakan terhadap tanaman sumber makanan di Bukit Plawangan yang menjadi habitat kera ekor panjang tersebut.

Untuk itu, pihaknya berjanji akan segera melakukan kajian mengenai kemungkinan penanaman beberapa jenis tanaman yang menghasilkan pakan bagi kera- kera tersebut. “Segera kami lakukan kajian, agar segera bisa disediakan sumber pakan yang memadai bagi kera- kera tersebut,” kata Wawan.

GKR Hemas dalam kegiatan reses di Kaliurang, Pakem, Sleman, Selasa 2 Maret 2021. Foto : kiriman Putut Prabantoro

GKR Hemas yang dikutip Putut Prabantoro dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Senin 2 Maret 2021 mengatakan bahwa penanganan kawanan kera yang dianggap sebagai hama tersebut perlu dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kelestariannya. “Karena binatang yang habitatnya di hutan sekitar lereng Merapi itu pasti memiliki fungsi ekologis,” ungkap GKR Hemas.

Selain Yuyun, sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan pelaku industri pariwisata bergantian menyampaikan keluh kesah dan meminta solusi konkret pemulihan ekonomi.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Hargobinangun sekaligus Ketua Asosiasi Pedagang Jadah Tempe Kaliurang, Bejo Wiryanto memaparkan, saat ini ada 300 hotel – penginapan, 367 pedagang serta 400 pengemudi jip wisata serta 90 pedagang asongan dari luar wilayah Kaliurang yang sangat terpukul secara ekonomi akibat tingkat kunjungan wisata yang turun drastis selama Pandemi Covid-19.

“Tolong Gusti Ratu, serta bapak ibu dari dinas terkait, bagaimana caranya wisatawan bisa datang ke sini lagi (Kaliurang). Kami ingin solusi yang konkrit,” pinta Bejo.

Senada dengan Bejo, Dukuh Kaliurang Timur, Anggara Daniawan menyampaikan keluhan yang sama. “Warga kami hidup dari menjual jasa pariwisata Gusti, bagaimana caranya Kaliurang bisa ramai lagi. Kami berharap Dinas terkait juga segera dapat menemukan solusi,” harap Anggara.

Sementara itu, pembina komunitas pecinta lingkungan Pagar Merapi, RM Gustilatika Marrel Suryokusumo meminta kepada pihak terkait untuk memberi garis pemisah yang tegas antara jalur yang digunakan untuk wisata dengan jalur angkutan hasil tambang pasir yang terdapat di sekitar area Gunung Merapi.

Selain itu, cucu Sultan HB X tersebut juga menyampaikan keprihatinannya atas banyaknya kerusakan yang terjadi di jalur evakuasi pengungsi bila terjadi erupsi Gunung Merapi akibat dilalui oleh truk pengangkut pasir. “Apalagi dalam situasi (gunung) Merapi Siaga 3 seperti sekarang ini. Kita tidak tau apa yang akan terjadi. Kerusakan yang terjadi di jalur evakuasi bisa membahayakan proses pengungsian warga bila terjadi erupsi,” ujar Marrel.

GKR Hemas menjawab diplomatis permintaan cucunya tersebut. Dia menyebut, seluruh usulan, kritik dan saran akan ditampung dan didiskusikan lebih lanjut dengan Pemerintah Kabupten Sleman sebagai pemangku wilayah dan dilanjutkan ke Pemprov DIY. Usai pertemuan, GKR Hemas melakukan penanaman pohon beringin di Bukit 76 yang terletak sekira satu kilometer dari lokasi pertemuan. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here