Saturday, May 21, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsGiat Literasi Kemantren Wirobrajan: Sebuah Karya Tulis Itu Harus ‘Menjerit’

Giat Literasi Kemantren Wirobrajan: Sebuah Karya Tulis Itu Harus ‘Menjerit’

bernasnews.com — Membuat tulisan atau artikel itu harus ‘menjerit’, satu kata ini apabila dipaparkan bisa setara mata kuliah 3 SKS. Menjerit adalah akronim dari menarik, jelas, irit dan tertib kata maupun kalimat. Salah satu tips bagi penulis pemula bisa merujuk dari teori Ki Hadjar Dewantara yakni, Niteni atau mengamati, Niroke meniru, dan Nambahi atau melengkapi.

Hal itu disampaikan oleh Pemimpin Redaksi bernasnews.com YB. Margantoro dalam giat literasi bertajuk ‘Yuk Belajar Menulis’, Senin (25/4/2022), di Aula Kemantren Wirobraja, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 perwakilan warga Kemantren Wirobrajan.

“Setiap huruf itu memiliki makna, maka tulislah dari satu huruf yang kemudian disusun menjadi diksi atau kata. Kemudian dari kata menjadi kalimat, dan seterusnya menjadi sebuah paragraf,” terang Yebe, sapaan akrab YB. Margantoro, yang juga seorang penggiat literasi dan praktisi media.

Dalam sambutannya, Direktur Alih Media Grup yang diwakili oleh Pemimpin Umum bernasnews.com Philipus Jehamun mengatakan, bahwa pihaknya mendorong agar masyarakat bisa memanfatkan materi kepenulisan juga pemahaman akan literasi yang disampaikan.

Mantri Pamong Praja Wirobraja, Sarwanto, SIP, MM (duduk di tengah) bersama peserta pelatihan jurnalistik atau giat literasi foto bersma dengan pose khas tangan membentuk huruf W yang bermakna Wirobrajan, Senin (25/4/2022). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.com.

“Alih Media Grup merupakan holding yang mengelola 4 media online salah satunya bernasnews.com dan media cetak koran Media Komunitas Nagari. Juga mengelola lembaga pelatihan jurnalistik dan konten kreator yang bernama bernasnews.com Digital Academy (bDA),” ujar dia.

Menurut Philipus, dengan belajar bersama-sama dalam giat literasi ini berharap masyarakat bisa menulis yang baik dan benar di media mainstream yang kridebel, bukan hanya di media sosial yang terkadang dipenuhi dengan hoax.

“Semoga kita jadi penangkal berita hoax. Karena kita berada berada di tengah-tengah masyarakat kita pasti tahu yang baik dan benar,” kata Philipus Jehamun.

Sementara itu, Mantri Pamong Praja Wirobrajan Sarwanto, SIP, MM mengungkapkan, bahwa  kondisi masyarakat di Jogja digempur berbagai permasalahan, yang diperparah dengan beredarnya desas-desus yang tidak benar alias berita hoax di media sosial. Ia memberikan contoh tentang kabar negatif yang berkembang soal pariwisata Kota Yogyakarta.

“Kota Yogyakarta akhir-akhir ini digempur dari berbagai arah yang intinya seperti ingin merusak citra Jogja dari kejahatan jalanan, masalah pariwisata dan lainnya. Sebagai warga Kota Yogyakarta jangan hanya diam saja. Kita harus bersatu padu menangkal berita-berita hoax tersebut,” jelas dia.

Kegiatan literasi ‘Yuk Belajar Menulis’ adalah kegiatan Corporate Social Responsbility (CSR) dari bernasnews.com , masih dalam rangkaian dari peringatan HUT Ke 4 Media Komunitas Nagari. Acara tersebut didukung oleh AYO tirtamarta – Segarnya Nyata, air mineral kemasan produk PERUMDA PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Ayam Geprek Sa’i, Lumpia Semarang Ibu Tatik, dan McD. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments