Home News Gereja Promasan Memiliki Keunikan

Gereja Promasan Memiliki Keunikan

698
0
Bangunan Gereja Katolik Promasan, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Foto : Yustina Retno Yuniatmi

BERNASNEWS.COM – Di DIY puluhan gereja dibangun, baik pada masa penjajahan Belanda maupun setelah Kemerdekaan RI. Semua bangunan gereja rata-rata arsitekturnya hampir sama, kebanyakan sama atau mirip dengan arsitektur Eropa.

Namun, bangunan Gereja Katolik Promasan di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY, memiliki keunikan tersendiri. Menurut Emil Yuli Monteiro yang mengutip hasil acara Bincang-bincang Jogja Heritage Society, Kamis (6/8/2020) lalu, Gereja Promasan yang dibangun tahun 1940 di Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo memiliki kekhasan tersendiri yang tidak dimiliki oleh Gereja Katolik lainnya hingga saat ini.

Bangunan Gereja Katolik Promasan, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Foto : Yustina Retno Yuniatmi

Menurut Yuli, Gereja Promasan dibangun mengikuti model bangunan gereja pada masa sebelum Konsili Vatikan II dimana pada saat itu gereja tampak sebagai institusi yang saklek, tak tersentuh dan fokus pada stabilitas internal.

Hal ini juga terlihat pada bangunan Gereja Promasan yang memiliki semacam jendela di bawah. Jendela-jendela tersebut digunakan umat untuk mengikuti misa dari luar gereja karena dianggap berdosa dan tidak boleh masuk ke dalam gereja.

“Ini merupakan salah satu keunikan bangunan Gereja Promasan seperti terungkap dalam bincang-bincang Jogja Heritage Society minggu lalu. Dan Gereja Promasan telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya dengan SK Gubernur DIY No 210/ KEP/2010,” kata Emil Yuli Monteiro dalam akun facebooknya maupun saat dihubungi Bernasnews.com, Selasa (11/8/2020) malam. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here