Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsGerakan Ketahanan Pangan di Dusun Juwangen Membuahkan Hasil

Gerakan Ketahanan Pangan di Dusun Juwangen Membuahkan Hasil

BERNASNEWS.COM – Jauh sebelum pemerintah menggaungkan gerakan ketahanan pangan, warga Dusun Juwangen, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman sudah melaksanakannya. Bahkan gerakan ketahanan pangan di Dusun Juwangen sudah membuahkan hasil karena warga sudah memanen dan menikmati hasilnya.

Panen singkong dan terong di lahan kosong milik warga Dusun Juwangen sebagai salah satu wujud program ketahanan pangan di dusun tersebut, Selasa (22/9/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Tidak ada warga Juwangen yang kelaparan. Karena gerakan ketahanan pangan dengan menanam aneka tanaman pangan seperti sayur mayur, cabai dan umbi-umbian di halaman rumah maupun di lahan-lahan kosong sudah lama dilakukan jauh sebelum adanya Covid-19 maupun digaungkan oleh pemerintah. Sekarang warga sudah menikmati hasilnya,” kata Henricus Mulyono yang akrab disapa Mbah Mul, salah satu penggerak program ketahanan pangan yang juga Ketua RT 02/RW 02 sejak tahun 1989 di Dusun Juwangen, Desa Purwomartani saat ditemui Bernasnews.com di Dusun Juwangen, Selasa (22/9/2020).

Seorang ibu warga Dusun Juwangen memanfaatkan lahan sempit di tepi jalan kampung untuk ditanami aneka sayur mayur dan jahe sebagai salah satu wujud program ketahanan pangan di dusun tersebut, Selasa (22/9/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Hal ini juga dibenarkan oleh Ketua RT 05/RW 02 Dusun Juwangen Rustandi. Dikatakan, partisipasi masyarakat dalam gerakan ketahanan pangan sangat tinggi melalui dasawisma-dasawisma yang ada. Ini terbukti, hampir setiap halaman rumah warga maupun lahan-lahan kosong ditanami sayur mayur, cabai, umbi-umbian, jahe dan tanaman empon-empon/rempah-rempah lainnya.

Tanaman singkong tumbuh subur di lahan kosong milik warga Dusun Juwangen sebagai salah satu wujud program ketahanan pangan di dusun tersebut, Selasa (22/9/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Selain itu, ada kolam budidaya ikan lele maupun peternakan sehingga warga tak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sendiri sehari-hari. Dan saat ini warga sudah memanen dan menikmati hasilnya.

Mbah Mul maupun Rustandi mengantar Bernasnews.com berkelilng wilayah Dusun Juwangen untuk melihat halaman-halaman rumah warga maupun lahan-lahan kosong yang sudah ditanami aneka jenis tanaman pangan. Dan tiap jengkal lahan kosong maupun halaman rumah ditanam tanaman pangan sehingga warga tak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tanaman terong ungu tumbuh subur di lahan kosong milik warga Dusun Juwangen sebagai salah satu wujud program ketahanan pangan di dusun tersebut, Selasa (22/9/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Kami sudah menanam singkong/ubi kayu, ketela rambat/ubi jalar, pisang, tomat, terong, cabai, sawi, jagung, kacang tanah, labu, jahe dan sebagainya. Selain itu ada warga yang membudidayakan lele, ternak ayam dan sebagainya sehingga warga tak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Rustandi yang menjadi Ketua RT 05 sejak tahun 2015.

Tanaman sayur mayur tumbuh subur di lahan kosong milik warga Dusun Juwangen sebagai salah satu wujud program ketahanan pangan di dusun tersebut, Selasa (22/9/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Menurut Mbah Mul, dengan gerakan ketahanan pangan itu warga tak kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Lahan-lahan kosong milik warga yang terlantar atau belum dibangun rumah ditanami aneka tanaman pangan. Dan hasilnya dibagikan secara gratis kepaa warga yang membutuhkan. “Tidak ada warga Juwangen yang kelaparan,” tegas Mbah Mul yang sudah makan asam garam dalam menggerakkan warga dalam program ketahanan pangan.

Gerakan ketahanan pangan di Dusun Juwangen, Selasa (22/9/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Mbah Mul pun merasa bangga karena gerakan ketahanman pangan yang sudah dilakukan warga Dusun Juwangen selama ini diikuti pemerintah daerah bahkan menjadi gerakan nasional. Ia berharap gerakan ini tidakan sebatas pada masa pandemi Covid-19 tapi menjadi gerekan yang berkelanjutan atau terus-menerus untuk mewujudkan ketananan dan kemandirian pangan secara nasional seperti dicanangkan Presiden Joko Widodo. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments