Home News Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Karangasem Bali, 3 Orang Meninggal

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Karangasem Bali, 3 Orang Meninggal

106
0
Abdul Muhari, PLT Kapusdatin BNPB, dalam acara breakingnews metrotv, Sabtu 16 Oktober 2021. Foto: repro MetroTV/Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Gempabumi bermagnitudo 4,8 mengguncang Karangasem, Bali, pada Sabtu 16 Oktober 2021 pukul 04.18.23 WITA. Menurut Abdul Muhari, PLT Kapusdatin BNPB, hingga pukul 09.40 WITA sebanyak 3 orang meninggal dunia, masing-masing 2 orang di Kabupaten Bangli dan 1 orang di Kabupaten Karangasem. Selain itu, sejumlah rumah mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat.

“Saya klarifikasi berita sebuah media online yang menyebut 4 orang meninggal dunia itu tidak benar, yang benar adalah hingga saat ini pukul 09.40 WITA ada 3 orang yang meninggal dunia masing-masing 2 orang di Kabupaten Bangli dan seorang di Kabupaten Karangasem,” kata Abdul Muhari dikutip Bernasnews.com dari breakingnews metrotv pada Sabtu, 16 Oktober 2021.

Sementara menurut Daryono dari BMKG dalam siaran pers yang beredar di grup-grup whatsapp yang juga diterima Bernasnews.com, gempa terjadi pada hari Sabtu 16 Oktober 2021 pukul 04.18.23 WITA. Dari hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki magnitudo 4,8. Episenter terletak pada koordinat 8,32° LS dan 115,45° BT tepatnya di darat pada jarak 8 km arah barat laut Karangasem, Bali, dengan kedalaman hiposenter 10 km.

Dengan memperhatikan bentuk gelombang seismik (waveform) yang tercatat pada sensor gempa Karangasem (KHK) tampak adanya gelombang geser (shearing) yang nyata dan kuat, menunjukkan aktivitas gempa ini adalah gempa tektonik. Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktifitas sesar aktif di wilayah Rendang, Karangasem.

Dampak gempa berupa guncangan berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di wilayah Karangasem, Denpasar, dan Lombok Utara dalam skala intensitas IV MMI. Sedangkan di Negara, Tabanan, , Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur dalam skala intensitas III MMI.

Peta tingkat guncangan (shake map) gempa utama (mainshock) magnitudo 4,8 yang terjadi pada pukul 04.18.23 WITA menggambarkan sebaran guncangan yang cukup luas mencapai Banyuwangi di barat dan seluruh Pulau Lombok di timur.

Sedangkan peta tingkat guncangan (shake map) gempa susulan (aftershocks) magnitudo 3,8 yang terjadi pukul 4.22.23 WITA menggambarkan sebaran guncangan mencakup Kabupaten Karangasem, Bangli, Gianyar, Buleleng, Badung, Denpasar dan Tabanan. Antara kejadian gempa utama dan gempa susulan hanya berselang singkat sekitar 4 menit.

Saking kuatnya guncangan gempa, menurut Dryono, banyak warga yang terbangun dari tidur dan lari berhamburan ke luar rumah. Gempa ini menimbulkan kerusakan bangunan rumah di berbagai tempat di Kabupaten Karangasem dan sekitarnya. “Gempa Rendang Karangasem ini tidak hanya berdampak menimbulkan kerusakan bangunan rumah, tetapi gempa juga memicu dampak ikutan (collateral hazard) seperti longsoran (landslide) dan runtuhan batu (rockfall) di beberapa tempat,” tulis Daryono.

Di kawasan pegunungan yang terdapat perbukitan dan tebing curam, dampak ikutan gempa kuat berupa longsoran dan runtuhan batu lazim terjadi, sehingga efek topografi semacam ini patut diwaspadai saat dan pasca gempa. Dampak ikutan yang dipicu gempa ini dilaporkan menyebabkan korban jiwa akibat tertimbun tanah longsor di Desa Trunyan, Kintamani.

Hingga pukul 7.30 WIB pagi, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada 3 aktivitas gempa susulan (aftershock) magnitudo 3,8 (dirasakan di Karangasem III MMI), magnitudo 2,7 dan magnitudo 1,7 yang terjadi pada pukul 3.52.53 WIB.

Gempa Karangasem pagi ini terletak di zona gempa swarm Kompek Gunung Agung dan Gunung Batur pada tahun 2017. Gempa swarm yang terjadi pada bulan September-Oktober 2017 memiliki magnitudo terbesar 4,2. Selanjutnya pada 8 November 2017 terjadi gempa paling kuat dengan magnitude 4,9 yang juga menimbulkan kerusakan ringan. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here