Home News Gelorakan Adaptasi Kebiasaan Baru, Ditlantas Polda Jateng Gelar Operasi Patuh Candi 2020

Gelorakan Adaptasi Kebiasaan Baru, Ditlantas Polda Jateng Gelar Operasi Patuh Candi 2020

375
0
Kapolda Jateng Irjen Pol Achmad Luthfie (kiri) bersama Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Arman Achdiat (kanan) dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2020 di Mapolda Jateng, Kamis (23/7/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Pengguna sepeda motor diminta atau diajak untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan keselamatan dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Ajakan ini didasari fakta bahwa populasi sepeda motor di Jawa Tengah hampir separuh atau setara 46 persen dari jumlah penduduk. Di Jawa Tengah ada 15.924.197 unit sepeda motor dari 34.718.201 jiwa warga Jateng.

“Mari wujudkan lalu lintas jalan yang asyik, aman, nyaman dan menyenangkan. Pokoknya gayeng sebagaimana digelorakan Pak Gubernur dengan Jateng Gayeng-nya,” kata Kombes Pol Arman Achdiat SIK MSi, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah, selaku Kepala Operasional Operasi Patuh Candi 2020 di sela-sela Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2020, Kamis (23/7/2020). Operasi Patuh Candi 2020 digelar serentak di wilayah Jateng mulai 23 Juli hingga 5 Agustus 2020 dengan melibatkan 2.614 personil.

Jargon Jateng Gayeng yang diperkenalkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menurut Kombes Pol Arman Achdiat, sangat relevan dengan program keselamatan lalu lintas jalan. Dan andai suasana jalan itu gayeng, menyenangkan, menggembirakan, tanpa ngotot-ngototan apalagi saling pelotot, maka da yakin jumlah kecelakaan di jalan raya turun dengan sendirinya. Dengan suasana jalan menyenangkan, toleransi antarpengendara terbangun dengan baik.

Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2020 di Mapolda Jateng, Kamis (23/7/2020). Foto : Istimewa

Menurut Kombes Pol Arman Achdiat, salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah kecepatan tinggi, helm tidak standar SNI dan melawan arus. Selain itu menyalip dalam posisi yang tidak memungkinkan serta memotong jalan secara mendadak. Faktor-faktor itu, kata Kombe Pol Arman, lebih banyak disebabkan kondisi psikologi pengendara yang emosional.

Dikatakan, sebagai gambaran pada tahun 2019 terjadi 517 kecelakaan lalulintas di Jateng melibatkan sepeda motor, 78 kasus mobil barang, 69 kasus melibatkan kendaraan roda empat dan melibatkan bus 9 kasus. Data kecelakaan lalu lintas jalan ini sangat memprihatinkan. Keterlibatan sepeda motor jauh lebih besar dibandingkan keterlibataan jenis  kendaraan lain seperti truk dan bus

Fakta tersebut menjadi alasan pemilihan prioritas penindakan menyusul jumlah keterlibatan sepeda motor yang tinggi dalam kejadian kecelakaan lalu lintas. Kalau tenang, jernih dan stabil emosinya, peluang terjadinya laka lantas bisa ditekan.

Suasana apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2020 di Mapolda Jateng, Kamis (23/7/2020). Foto : Istimewa

Sepeda motor,menurut Kombes Pol Arman Achdiat, merupakan alat transportasi yang perlu mendapat perhatian khusus dilihat dari tingkat keamanan dan keselamatan. Kendaraan jenis ini dirancang tanpa rumah-rumah. Pada sepeda motor tidak terpasang sabuk pengaman dan kabin, sehingga keselamatan tergantung pada ketrampilan pengemudi serta penumpang.

“Pelindung yang disyaratkan hanya helm, belum pelindung lain seperti sepatu, jaket serta pengaman lutut. Karena faktor ukurannya, pengendara sepeda motor mudah mendahului kendaraan lain secara zig-zag, sehingga resiko kecelakaannya lebih besar,” kata Kombes Pol Arma Achdiat.

Menurut Arman Achdiat, selain populasinya besar, sepeda motor multiguna untuk berbagai jenis perjalanan mulai dari perjalanan ke tempat kerja, ke sekolah, berbelanja, rekreasi dan sosial serta jenis perjalanan lainnya. Karena itu, partisipasi aktif pengendara sepeda motor dalam hal meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) menjadi hal penting selain mendesak dipenuhi.

Arman Achdiat memastikan partisipasi yang diharapkan tidak muluk-muluk, sederhana saja. “Persiapkan kendaraan dan hati dengan baik sebelum memacu motor. Jangan asal pancal langsung go. Sederhana, bukan?” ujar perwira polisi kelahiran Bogor ini setengah berkelakar.

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Arman Achdiat S.IK MSi. Foto : Istimewa

SementaraKapolda Jateng Irjen Pol Drs Achmad Luthfie selaku penanggung jawab operasi dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2020 mengemukakan, tindakan selama operasi mengedepankan faktor humanis seiring pandemi Covid 19. Sasarannya adalah tindakan pendisiplinan masyarakat dalam berlalulintas serta kepatuhan menjalankan adaptasi kebiasaan baru memutus penyebaran virus Covid 19.

Mengingat operasi dilakukan di tengah pandemi Covid-19, Kapolda Jateng meminta kegiatan ini dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan serta cara penindakan yang humanis dan persuasif. “Kedepan kan tindakan preemtif dan preventif, baru tindakan penegakan hukum,” tegas Kapolda.

Dikatakan, preemtif atau upaya meniadakan niat pelanggaran dan preventif yang dilakukan dengan meminimalisasi peluang terjadinya pelanggaran masing-masing diberi porsi 40 persen, sedangkan penegakan hukum 20 persen.

Selain fokus pada upaya menekan angka kecelakaan Operasi Patuh Candi 2020 juga mengawasi 62 titik lokasi wisata yang sudah mulai dibuka untuk umum di Jateng menyusul libur panjang akhir bulan ini, termasuk pengamanan sholat idul adha serta pengendalian arus kendaraan di jalur Tol dan arteri untuk kelancaran distribusi logistik. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here