Tuesday, May 24, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsGelar Seni Tradisi untuk Penggalangan Dana bagi Anak Difabel

Gelar Seni Tradisi untuk Penggalangan Dana bagi Anak Difabel

bernasnews.com — Banyak cara untuk menggalang donasi guna membantu sesama, dari turun langsung ke perempatan jalan dengan mengedarkan kota sumbangan pada para pengguna jalan, ada pula yang memasang kota amal di beberapa swalayan hingga mal. Juga ada yang menggelar konser musik maupun pentas kesenian.

Seperti yang dilakukan oleh YR Management bekerjasama dengan Sanggar Tirto Arum Sari menyelenggarakan ‘Gelar Seni Tradisi’, Minggu (20/3/2022), di Halaman Gedung Jogja Expo Center (JEC), Jalan Raya Janti, Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY.

Youtuber Yossie Riyani (Kiri) dan Shine Carolla saat melantunkan lagu ‘Cawan Praon’. (Tedy Kartyadi/ bernasnews.com)

Gelar Seni Tradisi yang juga ditayangkan secara live streaming akun Youtube Yossie Riyani, dalam rangka penggalangan dana untuk anak-anak disabelitas/ difabel. “Cara menghimpun donasi dengan cara langsung memutarkan kotak pada penonton yang hadir di tempat,” ungkap Yossie Riyani, yang juga seorang youtuber pelantun lagu-lagu tradisional Jawa.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga sebagai upaya pelestarian seni tradisional jathilan yang sekaligus juga untuk menggalang dana kemanusiaan bagi kaum difabel. “Hasil yang diperoleh akan kami serahkan kepada Paguyuban Kinasih yang menaungi kaum difabel di Desa Argomulyo,” jelas Yossie.

Penampilan dari Kesenian Jathilan Sanggar Tirto Arumsari, dengan khasnya menari sembari memainkan kendang yang digendong. (Tedy Kartyadi/ bernasnews.com)

Penampilan pertama dalam gelar seni, Tari Gambyong oleh ibu-ibu dari Komunitas Wanita Peletari Budaya Nusantara Yogyakarta. Kemudian dilanjut Tari Tanduk Majeng oleh Pradna Srikandi. Sementara Shine Carolla, siswi SMP Pangudi Luhur Sedayu yang memiliki prestasi dalam bidang tarik suara dan modeling berkesempatan menyumbangkan sebuah lagu ‘Sesuatu di Jogja’.

“Sebagai puncak acara adalah penampilan kesenian jathilan dari Sanggar Tirto Arumsari, pimpinan Bapak Projo Winarto, dari Dusun Pedes, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Kesenian tradisional jathilan ini terdiri dari 4 babak,” beber Yossie Riyani, didampingi Anang GSG sebagai pemandu acara (MC).

Usai menarikan Reog Dogdog para penari berbaris dengan memberikan hormat pada penonton Gelar Seni Tradisi yang diselenggarakan oleh YR Management bekerjasama dengan Sanggar Tirto Arum Sari , Minggu (20/3/2022), di Halaman JEC, Banguntapan, Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ bernasnews.com)

Lanjut dia, babak pertama tarian jathilan reog dogdog. Tarian penuh enerjik dan ceria ditarikan oleh pria dan wanita sejumlah 15 orang, yang masing-masing penari dilengkapi dengan sebuah gendang.

“Babak kedua, tarian Jaranan Oglek. Babak ketiga, tarian Jaranan Senterewe. Babak keempat, tarian Gebyok Kopyor. Tiga babak tarian ini masing-masing ditarikan oleh 8 penari. Sedangkan babak Gebyok Kopyor ada satu penari sebagai senopati,” terang Yossie.

Dalam jeda pergantian penampil di depan panggung, Yossie Riyani dan Anang GSG berkesempatan melantunkan lagu-lagu Jawa. Salah satunya lagu berjudul ‘Praon Cawan’, yang merupakan single hitsnya Yossie Riyani. Lagu itu menggambarkan ‘Praon Cawan’ sebagai sebuah destinasi wisata alam pinggiran kali Progo, di Sedayu, Bantul. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments